TRIBUNWIKI

SOSOK Zul, ASN yang Sukses Kembangkan Usaha Ayam Kampung Unggul Balikbang

Kini Zul memiliki ribuan ekor ayam KUB hingga berhasil membudidayakan dan menjual bibit ayam KUB ke penjuru nusantara. 

Tayang:
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Alqadri Harahap
Zul, Seorang ASN merintis usaha ayam KUB dimana PSBB dan memaksa untuk bekerja WFH, kini memiliki ribuan ayam KUB. 

TRIBUN-MEDAN.com- Ternak Ayam Kampung Unggul Balikbang (KUB) kini menjadi sebuah tren.

Ayam kampung ini memiliki ukuran tubuh besar dan mulai ramai diperbincangkan di dunia maya. 

Salah satu yang mengembangkan ternak KUB adalah Zul, ASN di Kabupaten Asahan.

Zul ingin mencoba keberuntungannya di ayam KUB selama pandemi covid-19. 

Baca juga: SOSOK Saur Malina Manurung Jadi Role Model Global Barbie, Penghargaan Hari Perempuan Internasional

Ketertarikan Zul pada KUB berawal dari kejenuhannya yang harus bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Karena biasanya harus bekerja dari pagi hingga sore, namun kini waktunya hampir seharian di rumah.

Kini Zul memiliki ribuan ekor ayam KUB hingga berhasil membudidayakan dan menjual bibit ayam KUB ke penjuru nusantara. 

"Awalnya pada tahun 2020 lalu, saat pemerintah memberlakukan work from home (WFH). Kemudian saya yang tidak biasa berdiam diri dirumah mencari kesibukan membuat kandang ayam. Bermula hanya satu kandang, kini sudah ada enam kandang," katanya. 

Zul mengaku, untuk memelihara ayam KUB tidak perlu memiliki keahlian khusus, namun hanya diperlukan ketelatenan dalam mengurus dan menjaga bobot badan ayam. 

"Karena setiap ayam ada ketentuan bobotnya, untuk telur kita harus memiliki ketentuan 38 miligram baru dapat dikatakan sebagai telur ayam KUB. Ukuran tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan ayam kampung biasa," katanya. 

Selain ukuran, ayam KUB juga memiliki gizi yang lebih baik di banding telur ayam biasa, asupan makan dan gizi terus dijaga. 

"Untuk indukan dikasih pakan protein 17, ditambah perawatan diberi vitamin, stimulat, untuk mendapatkan bobot dan gizi yang tinggi. Perharinya, bisa menghabiskan pakan hingga 30 kilogram," kata Zul. 

Baca juga: SOSOK Sophia Makramati, Wanita Idaman yang Ajarkan Islam Buat Legenda AC Milan Jadi Mualaf

Zul mengaku, saat ini menjual hanya telur dan anak ayam yang masih berumur tujuh hari ke bawa, dengan garansi telur menetas 85 persen dan anak ayam hidup selama tiga hari dari pengiriman. 

"Pengiriman mulai dari Aceh, Pekanbaru, Jambi hingga ke Pulau Nias. Untuk telur yang tidak menetas, kita kirim ulang ke pembeli," katanya. 

Dalam sebulan, Zul dapat meraup keuntungan hingga Rp 15 juta bersih dari pengolahan ayam KUB. 

"Kalau mau memulai untuk berbisnis ayam KUB, bisa menghubungi saya di nomor 0853-5999-1977. Mari kita berseru dalam beternak ayam," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved