Perang Rusia Ukraina
Pembelaan Putin Seusai Bombardir Ukraina, Bela Habis-habisan Rusia dari Ancaman Amerika
Rusia membumi hanguskan sejumlah instalasi militer Ukraina. Data sementara 8 warga Ukraina meninggal dunia.
TRIBUN-MEDAN.com - Rusia telah melancarkan operasi khusus pada Kamis dini hari ke Ukraina, setelah mengakui kedaulatan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang memproklamirkan diri telah 'merdeka' itu.
Sebelumnya dua wilayah di Donbass, meminta bantuan Rusia untuk mempertahankan diri dari serangan berkelanjutan yang diklaim dilakukan oleh pasukan Ukraina.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (25/2/2022), Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim operasi tersebut hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dan memastikan penduduk sipil tidak dalam bahaya.
• BUKTI TRANSFER Crazy Rich Medan Indra Kenz Diungkap Bareskrim, Aset Disita Diduga dari Kejahatan
Rusia juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina.
Sementara itu pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengesahkan sanksi baru terhadap Rusia, menargetkan industri kritis dan beberapa individu.
Baca juga: TERBONGKAR Korupsi Pesawat Garuda Untungkan Perusahaan Asing, Indonesia Tanggung Rugi
Ia juga mengatakan bahwa pengerahan pasukan tambahan AS ke Jerman demi memperkuat kehadiran NATO di sisi timurnya pun telah disahkan.
Dalam pidato videonya yang disiarkan baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ia melancarkan serangan hanya untuk membela negaranya.
"Peristiwa hari ini bukan tentang keinginan untuk merugikan kepentingan Ukraina dan Ukraina. Ini tentang membela Rusia sendiri dari mereka yang menyandera Ukraina dan mencoba menggunakannya untuk melawan negara kami dan negara kami. Saya ulangi, tindakan kami adalah pembelaan diri terhadap ancaman pada kami dan masalah yang lebih besar dari yang kami hadapi sekarang," tegas Putin.
Penyebab Rusia Serang Ukraina
Kekhawatiran dunia benar-benar terbukti.Rusia akhirnya melakukan serangan militer besar-besaran ke Ukraina, Kamis (24/2/2022).
Pekan lalu, tanda-tanda serangan militer itu telah digaungkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Dia meminta warga Ukraina untuk mengibarkan bendera negara dari gedung-gedung dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada Rabu (16/2/2022) pekan lalu.
Baca juga: Hasil Liga Eropa, Barcelona Permalukan Napoli 4-2, Aubameyang dkk Melaju ke Babak 16 Besar
Kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan balatentara menyerang sejumlah kota di Ukraina.
Suara sirine di sejumlah kota termasuk Ibu Kota Kiev terdengar meraung-raung.
Ledakan keras dari senjata militer Rusia membumi hanguskan sejumlah instalasi militer Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-kekayaan.jpg)