Hujan Es

Kota Medan dan Deliserdang Dilanda Hujan Es, BMKG Singgung Perubahan Suhu dan Belokan Angin

BMKG Wilayah I Medan membenarkan adanya hujan es di sejumlah wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang

Tayang:
Editor: Array A Argus
Tribun Video
Kolase Foto Hujan Es dan Angin Kencang di Magelang, Rabu (24/1/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Gofisika (BMKG) Wilayah I Medan menerbitkan peringatan dini soal kondisi cuaca di Sumatra Utara.

Berdasarkan data yang disampaikan BMKG Wilayah I Medan, hari ini, Selasa (22/2/2022), sejumlah wilayah di Sumut diprediksi akan dilanda hujan ringan hingga sedang.

Untuk pagi hingga siang hari, terpantau kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Sumut berawan.

"Hujan ringan berpotensi terjadi di Dairi, Pakpak Bharat, Kep Nias, Tapanuli Tengah, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Langkat, Karo dan sekitarnya," kata petugas BMKG Wilayah I Medan dalam siaran persnya di grup  What'sApp Media (Info BMKG SU), Selasa (22/2/2022).

Baca juga: 12 Rumah Warga Rusak Akibat Angin Puting Beliung, Warga Sebut Hujan Es Lebih Dulu

Untuk malam hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprediksi akan terjadi di lokasi yang sama, yakni di Dairi, Pakpak Bharat, Humbahas, Langkat, Tapteng, Sibolga, Taput, Madina, P, Sidempuan, Tapsel, Karo, Samosir, Toba dan sekitarnya.

Mengenai kelembaban udara, sekarang berada pada posisi 60 – 95 %, dengan suhu 17.0 – 33.0°C.

Berkenaan dengan kondisi cuaca di Sumut, BMKG Wilayah I Medan sempat menyebut adanya hujan es di sejumlah wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Peristiwa hujan es sempat terjadi pada Minggu (20/2/2022) kemarin.

Baca juga: HEBOH Fenomena Alam Langka, Masjidil Haram Diguyur Hujan Es, Masyarakat Bersuka Cita Sambut Hujan

"(Hujan es) itu di daerah Medan Johor, Delitua, Kecamatan Patumbak dan sekitarnya," kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah I Sri Wahyuni, Senin (21/2/2022). 

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor utama yang menyebabkan hujan es, diantaranya:  

A. Adanya asupan massa air yang cukup banyak dari Pantai Barat dan Timur Sumatera yang ditandai dengan anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia Barat dan Selat Malaka Tengah yang cukup hangat.

B. Adanya belokan angin di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara.

Hal tersebut menyebabkan massa udara bergerak melewati wilayah Sumut yang dapat menimbulkan pertumbuhan awan - awan konvektif.

Baca juga: PENJELASAN BMKG terkait Hujan Es di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo

C. Berdasarkan data radar, pertumbuhan awan-awan konvektif yang signifikan di lokasi kejadian 20 Februari 2022 aktivitas paling aktif dari Fase Matang sel awan Comulonimbus terjadi pada pukul 14.40 WIB. 

Nilai reflektivitas maksimum bahkan mencapai 62.0 dbz dengan ketinggian awan Comulonimbus mencapai 1.7 km di sekitar Medan Johor, Delitua, Kecamatan Patumbak dan sekitarnya. 

D. Hasil observasi udara atas pada 20 Februari 2022 pukul 07.00 WIB menunjukkan bahwa kelembaban di atas lapisan 700 mb cukup tinggi hingga mencapai 66 %. 

Baca juga: Rekaman Detik-detik Hujan Es di Laguboti, Jalanan Putih Bagaikan Salju hingga Rumah Adat Batak Rusak

Ditambah dengan kondisi udara yang bersifat labil yang tampak dari nilai K Index: 36.70 (konvergensi sedang), LI :-5.22 (kemungkinan badai Tornado), CAPE : 1826.34 ( sedang, tidak Stabil), TT : 50.00 (konvektif kuat, petir lokal ), SSI : -3.72 (Severe Thunderstorm).

Dikatakannya untuk beberapa hari kedepan wilayah Medan dan sekitarnya diperkirakan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga Lebat disertai angin kencang dan badai petir. 

"Utamanya di sore hingga malam hari. Namun perubahan dinamis cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Jadi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim," tutupnya.(tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved