Heboh Hiu Putih Besar 4,5 Meter Mangsa Penyelam, Diduga karena Kebiasaan Berenang Tak Lazim

Simon Nellist, mantan angkatan udara Inggris berusia 35 tahun itu adalah korban serangan hiu fatal pertama di kota itu sejak 1963.

Tayang:
CARL DE SOUZA / AFP
Hiu Putih Besar melompat keluar dari air saat menggigit umpan palsu berbentuk anjing laut di dekat False Bay, pada 4 Juli 2010. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ekspatriat Inggris yang dimangsa oleh hiu putih besar sepanjang 4,5 meter di Sydney kemungkinan menjadi sasaran karena gaya berenang yang tidak biasa.

Instruktur menyelam, Simon Nellist, diserang hiu pada Rabu sore di perairan lepas pantai Little Bay, Sydney, saat berlatih untuk acara renang amal.

Mantan angkatan udara Inggris berusia 35 tahun itu adalah korban serangan hiu fatal pertama di kota itu sejak 1963.

Beberapa ahli menduga bahwa Simon kemungkinan dikira sebagai mangsa hiu besar karena pakaian selamnya yang gelap membuatnya seperti anjing laut.

Dia berenang di tempat yang sama di sepanjang saluran dari Little Bay ke Malaba hampir setiap hari.

Simon dikenal selalu mengenakan setelan renang. Sebenarnya kebiasaan ini tidak lazim di daerah itu karena hangatnya air.

Simon Nellist dimangsa hiu putih besar di Little Bay, Sydney.
Simon Nellist dimangsa hiu putih besar di Little Bay, Sydney. (Facebook)

Perenang lokal Barbara, 85, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa Simon selalu mengenakan pakaian selam, sementara air di sini cukup hangat dan tidak ada orang lain yang benar-benar memakainya.

Pakar Dr Chris Pepin-Neff mengatakan siluet yang diciptakan oleh pakaian itu kemungkinan akan membingungkan hiu, yang telah menunggu di kedalaman.

Akademisi Universitas Sydney dan penulis buku Flaws: Shark Bites and Emotional Public Policymaking mengatakan kepada news.com.au bahwa tidak mengherankan jika hiu sulit membedakan manusia dengan anjing laut.

"Mungkin hanya ada 10 atau 12 serangan semacam ini dalam 30 tahun terakhir di seluruh dunia," jelasnya.

Dia sebelumnya mendesak agar publik tidak menggunakan istilah "serangan hiu" secara berlebihan untuk semua pertemuan semacam itu dan membandingkan insiden itu dengan peselancar berusia 17 tahun Jevan Wright pada tahun 2001.

Wright diseret ke laut saat hendak kembali ke pantai di Port Lincoln di Australia Selatan dan jenazahnya tidak pernah ditemukan.

“Bukanlah hal gila jika hiu menggigit manusia karena mengira kita mungkin mangsa,” katanya.

Menurutnya, meskipun hiu akan "menguji segala sesuatunya sepanjang waktu", 80 persen insiden adalah "tabrak lari" karena pemangsa mengenali setelah satu gigitan kita "bukan mangsa".

Menurutnya, sebagian besar kematian hiu disebabkan oleh kehilangan darah selama gigitan penguji dan bukan 'serangan'. (Mirror.co.uk)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved