News Video

Terkait Kasus Binomo Menjerat Crazy Rich Medan Indra Kenz, Iskandar Akhirnya Ikut Bersuara

Kasus Binomo yang menjerat Crazy Rich Medan Indra Kesuma alias Indra Kenz menjadi perhatian publik.

Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Binomo yang menjerat Crazy Rich Medan Indra Kesuma alias Indra Kenz menjadi perhatian publik.

Menanggapi soal Binomo, politikus sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar akhirnya ikut bersuara.

Iskandar berharap pihak kepolisian segera bergerak cepat melakukan pengusutan kasus ini sampai tuntas.

"Kita ketahui jika pihak kepolisian telah memiliki cukup bukti dan telah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Maka kita minta segera gerak cepat untuk menuntaskannya," kata Iskandar, Jumat (18/2/2022).

Iskandar mengatakan orang yang menjadi korban aplikasi trading bodong ini banyak yang merupakan warga Sumatra Utara dan juga Kota Medan.

"Jika dugaan penipuan atau pasal lainnya yang dilakukan oleh tersangka, kita minta untuk segera ditetapkan pasal TPPU. Karena kita ketahui banyak korban yang berasal dari Sumatera Utara. Kasus ini harus diusut sampai tuntas, supaya korban mendapatkan kepastian hukum tentang persoalan ini," tambahnya.

Iskandar menyebutkan, kalau kasus ini ditetapkan sebagai kejahatan cyber pihaknya meminta kepolisian untuk juga mengusut platform-platform yang sama seperti Binomo, termasuk aplikasi pinjaman online.

Lebih lanjut, Iskandar meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati. Jangan tergiur dengan keuntungan yang di luar akal sehat. Termasuk keuntungan yang di luar dari perhitungan-perhitungan bisnis yang bisa didapatkan dalam waktu singkat.

"Masyarakat kita imbau untuk berhati-hati. Karena kita ketahui juga dan kita pahami masyarakat kita sangat mudah tergiur dengan kondisi pandemi ini, karena ada juga yang kehilangan pekerjaan ada juga yang usahanya terganggu. Sehingga kejahatan cyber ini sangat mudah untuk menyasar mempengaruhi masyarakat kita, yang kondisi ekonominya memang terganggu dengan adanya pandemi ini," urainya.

Ia pun berharap Pemerintah dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan yang diduga akan melakukan kejahatan siber.

"Kita juga mengharapkan lembaga-lembaga terkait agar responsif untuk melihat atau melakukan analisa kegiatan-kegiatan yang diduga termasuk ke dalam kejahatan cyber," sambungnya.

Masih kata Iskandar, ia juga meminta pihak kepolisian gerak cepat dalam menangani kasus Crazy Rich Kota Medan, karena korbannya banyak sekali dari Sumatera Utara khususnya Kota Medan.

"Kami juga terbuka untuk korban yang merasa menjadi imbas aplikasi serupa untuk bisa mendapatkan pendampingan hingga kepastian hukum," tuturnya.

Menambahi pernyataan Iskandar, Sekjen DPW Nasdem Sumut Syarwani mengatakan, bahwa ada itikad yang tidak baik dalam kasus crazy rich Medan ini.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dengan kekuatan yang ada bisa menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved