LAYANAN Covid-19 di RSUD Amri Tambunan Berbayar, Bupati Ashari Kaget: Siapa yang Bilang?

Pelayanan RSUD Amri Tambunan milik Pemkab Deliserdang diduga cari untung dari situasi pandemi Covid-19.

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Tommy Simatupang
Istimewa
HADIRI PERESMIAN: Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan menghadiri peresmian listrik PLN mengaliri dua desa di Kecamatan Namorambe, Deliserdang 

"Kadangkan ada yang pengin dilayani sama dokter spesialis. Bisa dibilang ini layanan eksekutif kita. Telemedicine inikan tidak ditanggung BPJS, tapi untuk yang bukan covid pun bisa juga," katanya.

Ditanya soal tudingan bahwa layanan ini cuma akal-akalan untuk raup uang masyarakat dari bisnis pandemi Covid-19, Sri memberi jawaban diplomatis.

"Harus ngerti jugalah kami, inikan BLUD," kata Sri Rezeki.

Walaupun saat ini mulai ada layanan berbayar, Sri Rezeki memastikan pihaknya tidak pernah membeda-bedakan status sosial untuk pasien yang terkena Covid-19 atau tidak.

Semuanya tetap dilayani dengan baik.

Beberapa hari disosialisasikan di media sosial, Sri mengklaim banyak warga yang tertarik.

"Mau dipakai atau nggak silahkan saja. Jika ada masyarakat mau silahkan," katanya.

Hapus Postingan

Humas RSUD Amri Tambunan Sri Rezeki yang dikonfirmasi mengaku kalau pihak rumah sakit sudah menghapus postingan yang sempat diunggah ke akun Facebook.

Meski demikian Sri Rezeki menyebut bukan berarti tarif berbayar itu tidak jadi dijalankan.

Dikatakan kalau dasar hukumnya masih sama yakni adanya SK Direktur RSUD yang menyesuaikan dengan pedoman dari Kemenkes.

"Masih tetap berlaku. Mau diganti flyer makanya dihapus dulu yang lama. Ya tetap (berbayar). Nggak ada yang salah cuma mau diganti flyernya. Kita lihat aja nanti karena saya pun belum lihat flyer yang baru,"kata Sri Rezeki.

(dra/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved