LAYANAN Covid-19 di RSUD Amri Tambunan Berbayar, Bupati Ashari Kaget: Siapa yang Bilang?
Pelayanan RSUD Amri Tambunan milik Pemkab Deliserdang diduga cari untung dari situasi pandemi Covid-19.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pelayanan RSUD Amri Tambunan milik Pemkab Deliserdang diduga cari untung dari situasi pandemi Covid-19.
Baru-baru ini, rumah sakit pelat merah itu berencana patok tarif berbayar untuk fasilitas pelayanan Covid-19.
Informasi soal pelayanan berbayar itu diumumkan lewat akun Facebook RSUD Amri Tambunan.
Tak pelak, kabar ini menjadi pergunjingan di tengah masyarakat.
Bahkan, di kalangan pejabat Pemkab Deliserdang, pungutan biaya untuk fasilitas pelayanan Covid-19 ini mulai dipertanyakan.
Padahal, layanan yang diberikan hampir sama dengan layanan Kementerian Kesehatan, dimana konsultasi kesehatan tanpa harus ke rumah sakit.
Tanggapan Bupati Deliserdang
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan mengaku kaget soal tarif berbayar untuk pelayanan Telemedicine Covid-19 yang dikenakan di RSUD Amri Tambunan.
Ashari menyebutkan belum ada sama sekali mendapatkan informasi tentang hal ini.
Mengenai layanan Telemedicine sendiri Ashari menyebut sudah memahami apa tujuannya.
" Ah apa bayar? Siapa yang bilang? Saya belum tahu? Kalau soal Telemedicine itu saya memang tahu programnya,"kata Ashari Tambunan saat hendak berangkat pulang dari kantor, Jumat, (11/2/2022).
Ashari akan menindaklanjuti informasi soal tarif berbayar itu.
Sebelum memberikan komentar kepada wartawan akan terlebih dahulu meminta penjelasan pihak rumah sakit.
Ia mengakui kalau selama ini pelayanan Covid juga masih seluruhnya gratis untuk masyarakat.
"Ya nanti saya cek jugalah. Saya tanya dulu. Apa iya begitu (berbayar),"kata Ashari Tambunan.
Pelayanan Berbayar
Dalam unggahannya di Facebook RSUD Amri Tambunan, layanan berbayar ini bisa dicoba dengan mendaftarkan diri pasien ke nomor handpone yang tertera.
Untuk pasien dewasa, bisa mendaftar ke nomor selular di 081369841474.
Sementara untuk pasien anak, bisa mendaftar di nomor 08137745494.
Dalam unggahannya itu, RSUD Amri Tambunan berjanji akan membantu sesuai kebutuhan dan keluhan ke dokter yang dipilih.
Tarif yang dikenakan dan untuk pembayarannya dilakukan via transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama RSUD Drs. H. Amri Tambunan 7885885556 sesuai tarif jalan.
Para pasien yang mendaftar diminta menyampaikan keluhan secara jujur ke dokter yang disediakan.
Menjawab masalah ini, Humas RSUD Amri Tambunan, Sri Rezeki mengakui pihaknya ada patok tarif berbayar untuk layanan fasilitas Covid-19.
Menurut Sri, aturan ini tidak bertentangan dengan ketentuan yang ada, meski pada dasarnya, layanan Telemedicine ini sama saja dengan layanan dari pemerintah.
"Payung hukumnya SK Direktur yang menyesuaikan dengan pedoman dari Kemenkes. Ini inovasi kami, karenakan rumah sakit ini juga rumah sakit BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
Walaupun layanan Telemedicine Kemenkes ada dari Pedulilindungi dan gratis, kan masyarakat tinggal memilih," kata Sri, Kamis (10/2/2022).
Sri mengatakan, meski Puskesmas di Deliserdang juga sudah BLUD dan tidak melakukan tarif berbayar untuk orang yang menjalani isolasi di rumah, namun tetap saja ada pelayanan yang berbeda diberikan kepada pasien.
Ia menyebut, layanan konsultasi yang mereka tawarkan bisa langsung dengan dokter spesialis.
Berbeda dengan Puskesmas yang hanya dokter umum.
Sri mengklaim, layanan ini dibuka karena sekarang banyak masyarakat yang mulai menjalani isolasi mandiri.
"Kadangkan ada yang pengin dilayani sama dokter spesialis. Bisa dibilang ini layanan eksekutif kita. Telemedicine inikan tidak ditanggung BPJS, tapi untuk yang bukan covid pun bisa juga," katanya.
Ditanya soal tudingan bahwa layanan ini cuma akal-akalan untuk raup uang masyarakat dari bisnis pandemi Covid-19, Sri memberi jawaban diplomatis.
"Harus ngerti jugalah kami, inikan BLUD," kata Sri Rezeki.
Walaupun saat ini mulai ada layanan berbayar, Sri Rezeki memastikan pihaknya tidak pernah membeda-bedakan status sosial untuk pasien yang terkena Covid-19 atau tidak.
Semuanya tetap dilayani dengan baik.
Beberapa hari disosialisasikan di media sosial, Sri mengklaim banyak warga yang tertarik.
"Mau dipakai atau nggak silahkan saja. Jika ada masyarakat mau silahkan," katanya.
Hapus Postingan
Humas RSUD Amri Tambunan Sri Rezeki yang dikonfirmasi mengaku kalau pihak rumah sakit sudah menghapus postingan yang sempat diunggah ke akun Facebook.
Meski demikian Sri Rezeki menyebut bukan berarti tarif berbayar itu tidak jadi dijalankan.
Dikatakan kalau dasar hukumnya masih sama yakni adanya SK Direktur RSUD yang menyesuaikan dengan pedoman dari Kemenkes.
"Masih tetap berlaku. Mau diganti flyer makanya dihapus dulu yang lama. Ya tetap (berbayar). Nggak ada yang salah cuma mau diganti flyernya. Kita lihat aja nanti karena saya pun belum lihat flyer yang baru,"kata Sri Rezeki.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Resmikan-Listrik-Masuk-Desa.jpg)