Sebaran Covid-19 Melonjak 8.077 Kasus, Bu Risma Langsung Lockdown Kantor Kemensos
Kementerian sosial langsung lockdown. 60 pegawai Kementerian Sosial dinyatakan positif.Total kasus positif bertambah menjadi 4.309.270 orang.
* Sebaran kasus covid-19 bertambah signifikan
TRIBUN-MEDAN.com - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 baru bertambah hingga 8.077 kasus baru , Kamis (27/1/2022).
Penambahan ini lebih tinggi dibanding Rabu (26/1/2022), yakni penambahan sebanyak 7.010 kasus.
Total kasus positif bertambah menjadi 4.309.270 orang.
Sementara yang sembuh menjadi 4.129.305 setelah alami penambahan sebanyak 1.643, dan meninggal menjadi 144.261 setelah bertambah tujuh orang.
Kasus aktif saat ini menjadi 35.704, setelah mendapatkan penambahan sebanyak 6.427.
Lalu jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 346.733. Sementara suspek saat ini sebanyak 9.820 orang.
Berdasarkan provinsi, DKI Jakarta menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi kasus Covid-19 pada hari ini, yakni dengan 4.149 kasus. Lalu disusul Jawa Barat 1.744, Banten 1.291 dan Jawa Timur 255.
Sebanyak dua provinsi tidak melaporkan penambahan kasus positif Covid-19, yakni Kalimantan Utara dan Maluku Utara.
Bu RIsma Lockdown Kemensos
Sebanyak 60 pegawai Kementerian Sosial dinyatakan positif Covid-19.
Hal ini diketahui setelah pegawai di lingkungan Kemensos di Kantor Pusat Jakarta maupun pegawai di Balai-Balai Kemensos untuk menjalani test swab PCR.
"Seluruh pegawai di lingkungan Kemensos menjalani tes PCR. Yang positif diberikan layanan kesehatan dan ruangan isolasi dengan pengawasan dokter dan tenaga kesehatan," kata Risma melalui keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).
Baca juga: JADWAL Lengkap Kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan, Ekuador Vs Brasil, Chile Vs Argentina
Baca juga: JARANG DIKETAHUI Mengapa Stres Memicu Asam Lambung Naik, Dokter Ungkap Penjelasannya
Kemensos melakukan lockdown untuk mencegah penularan Covid-19.
Demi memastikan lingkungan kantor steril dari virus, dilakukan penyemprotan disinfectan di seluruh ruangan.
Penyemprotan dilakukan juga pada permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja kursi, dan ramp tangga.
Selain itu telah diambil langkah-langkah lebih lanjut.
Penerapan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menunda perjalanan, tracing kepada seluruh pegawai dan keluarga yang terpapar covid.
Selanjutnya dilakukan pengaturan hari kerja pegawai untuk bekerja di rumah mulai Kamis (27/02) hingga Senin (31/01).
Untuk pelaksanaan tugas yang mendesak dapat dikerjakan pegawai yang sehat (PCR negatif) dengan jumlah terbatas berdasarkan penugasan pimpinan satuan kerja.
Baca juga: Dulu Dikira Wanita, Anggota TNI Aprilio Manganang Kini Bahagia dengan Tunangannya yang Cantik
Terkait vaksinasi tahap 3 (vaksin booster) sedang diindentifikasi pegawai yang sudah punya e-tiket vaksin tahap-3.
Untuk percepatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
Bagi pegawai yang terpapar covid diberikan paket obat-obatan dan vitamin ke poliklinik Kemensos.
Jika memerlukan tempat isolasi mandiri disediakan Graha Atensi di Balai Mulya Jaya dan Balai Budi Darma Bekasi.
Meskipun memberlakukan sejumlah pembatasan, Kemensos memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secaa ketat, seperti pelaksanaan penyaluran bantuan sosial.
Jangan Takut
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan bahwa Covid-19 varian Omicron tidak berbahaya bagi manusia.
Untuk itu, Siti Fadilah Supari meminta masyarakat tidak takut dengan Omicron.
Baginya, kedatangan Omicron ini justru akan meningkatkan kekebalan tubuh.
"Jangan takut sama Omicron. Jangan karena Omicron, kemudian harus vaksin dua kali, itu enggak ada hubungannya. Hubungannya dimana," kata Siti fadilah Supari dalam kanal Youtube pribadinya, seperti dikutip, Rabu (26/1/2022).
Siti Fadilah Supari mengatakan, bahwa Indonesia ini memang aneh.
Sebab, menurut Siti, tidak menjadi jaminan bahwa seseorang yang sudah divaksin tidak akan terkena Omicron.
"Jadi Indonesia itu memang rada aneh, untuk menunggu Omicron maka harus vaksin booster. Kalau yang belum dua kali enggak boleh masuk mal, itu dasarnya apa.
Kalau Omicron datang, malah alhamdulillah, welcome Omicron.
Karena dengan datangnya Omicron, maka terjadi imunitas pada komunitas yang luas.
Artinya, Covid hanya akan menjadi flu biasa," kata Siti Fadilah Supari.
Dia mengatakan, bahwa pemerintah Indonesia ini tidak akan bisa mencegah datangnya Omicron.
Kalau Omicron bisa dicegah, Amerika dan Inggris pasti sudah lebih dahulu.
"Jangan mencegah Omicron, kalau Anda bisa mencegah, Amerika pasti sudah bisa, Inggris juga sudah bisa," kata Siti.
Yang perlu ditegaskan, bahwa Omicron tidak akan membahayakan masyarakat.
"Tidak bikin mati orang banyak, dan tidak ada hubungannya, kalau Anda sudah divaksin, Anda tidak kena Omicron. Justru yang kena Omicron, yang sudah (vaksin) booster yang ada di Inggris," katanya.
Ke depan, Siti Fadilah Supari juga berharap agar pemerintah sebelum mengambil kebijakan harus memahami betul kondisi yang ada.
Kemudian, Siti juga meminta agar pemerintah cukup menyiapkan obat-obatan untuk Covid-19 ini.
Sehingga, ketika masyarakat sakit, tinggal minum obat saja.
Kalaupun ada yang bergejala berat, barulah ke rumah sakit.
Kalau hanya gejala ringan, cukup di rumah saja.
"Karena tiga sampai lima hari sembuh sendiri," terang Siti.
Dia juga menjelaskan, soal vaksinasi ini, tidak mesti semua orang disuntik.
Menurutnya, setiap orang punya antibodi yang berbeda-beda.
Sehingga mereka yang punya antibodi tinggi, memang tidak perlu divaksin.
"Sebetulnya ini sesuatu yang aneh. Tidak semua orang butuh vaksin. Harusnya ada dokter yang mendampingi saat pemerintah membuat kebijakan," katanya.
Baca juga: BOCORAN dari PDIP, Ahok Calon Kuat Memenuhi Syarat Ketua Otoritas IKN Baru
Baca juga: JARANG DIKETAHUI Mengapa Stres Memicu Asam Lambung Naik, Dokter Ungkap Penjelasannya
(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi/Kompas.com)
Baca juga: LIONEL Messi Tak Bahagia di PSG, Diklaim Cepat atau Lambat Pulang Kampung ke Barcelona
• PENGAKUAN Shin Tae-yong Marah pada Pemain Timnas di Ruang Ganti, Evan Dimas dkk Jadi Sasaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/selain-delta-covid-muncul-varian-baru-kappa-corona-yang-ditemukan-di-jakarta.jpg)