Ini Alasan Kapolda Sumut Mencopot Kombes Riko Sunarko dari Jabatannya Kapolrestabes Medan

Kapolrestabes akan diperiksa terkait pengawasannya terhadap oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus suap Imayanti, istri terduga bandar Narkoba.  

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kombes Armia Fahmi (kanan) bersama Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (21/1/2022) malam. Kombes Armia Fahmi ditunjuk sebagai Kapolrestabes Medan yang baru menggantikan Kombes Riko Sunarko yang kini tengah diperiksa Propam Polda Sumut terkait kasus dugaan suap dari istri terduga bandar narkoba. 

TRIBUNMEDAN.com -  Kombes Pol Riko Sunarko resmi dicopot dari jabatannya Kapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/1/2022).

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak lantas menarik Kombes Riko Sunarko ke Polda Sumut guna menjalani pemeriksaan.

Kapolrestabes akan diperiksa terkait pengawasannya terhadap oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus suap Imayanti, istri terduga bandar Narkoba.  

Sebelumnya, nama Kombes Riko Sunarko disebut-sebut ikut menerima suap dari Imayanti.

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, jabatan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko digantikan oleh Kombes Armia Fahmi.

"Saya menarik saudara Kapolrestabes Medan untuk  mendalami tanggung jawab dan kewenangan seorang Kapolrestabes," kata Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, (21/1/2022).

Panca mengatakan, pemeriksaan terhadap Kombes Riko Sunarko tetap berjalan. Jika terbukti menerima suap, Kombes Riko Sunarko akan segera disidangkan.

"Ini berproses lanjutannya kalau terbukti itu akan disidangkan. Itu sekarang kita lihat," kata Panca.

Diberitakan sebelumnya, nama Kombes Riko Sunarko muncul di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan dengan terdakwa oknum polisi Satresnarkoba Polrestabes Medan, Bripka Rikardo Siahaan.

Dalam persidangan itu, Rikardo mengatakan sejumlah atasannya turut menerima uang penggeledahan kasus narkoba sebesar Rp 300 juta.

Dari uang sebesar Rp 300 juta itu, atas perintah Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko, uang sebesar 75 juta digunakan untuk membeli sepeda motor sebagai hadiah untuk anggota Kodam I/Bukit Barisan.

Dibatah Kombes Riko

Atas tudingan itu, Kombes Riko Sunarko membantahnya. "Mana ada, mana ada. Enggak ada ah," kata Riko, Tribun-Medan.com, Rabu (12/1/2022).

Riko menjelaskan, pemberian motor itu tak ada hubungannya dengan uang suap dari istri terduga gembong narkoba bernama Jus.

"Itu kan kasus (suap) akhir Juni (2021). Kita pemberian motor kan awal Juni. Tanggalnya aja udah lain. Enggak mungkin kita pakai itu," jelas Riko.

Saat ditanya mengenai langkah yang akan ditempuhnya terkait isu itu, Riko hanya mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih ya. Ini mau masuk ruangan," katanya sembari menuju aula Polda Sumut.

Kombes Riko Sunarko di Polrestabes Medan, Rabu (27/10/2021).
Kombes Riko Sunarko di Polrestabes Medan, Rabu (27/10/2021). (TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH)

Profil Kombes Riko Sunarko yang Pernah Ditegur Kapolda soal PPKM

Diketahui, Kombes Riko menjabat sebagai Kapolrestabes Medan sejak 18 Mei 2020.

Riko menjabat sebagai Kapolrestabes Medan melalui mutasi yang ditandatangi Kapolri saat itu, Jenderal Idham Azis melalui Surat Telegam Kapolri bernomor ST/1337/V/KEP/2020 tertanggal 1 Mei 2020.

Riko menggantikan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir yang saat itu dimutasi menjadi Kapolrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum menjabat sebagai Kapolrestabes Medan, Riko menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri.

Kombes Riko diketahui merupakan lulusan Akpol 1995.

Baca juga: Akhirnya Ucapan Kapolri Terbukti, Potong Kepala Tak Sesumbar, Kapolrestabes Medan Dicopot

Saat naik-naiknya kasus Covid-19 di Indonesia, Riko pernah ditegur oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dalam evaluasi, Irjen Pol Panca Putra mengaku kaget di hari kedua PPKM darurat petugas di lapangan justru tak terlihat.

Panca mengutarakan kekesalannya saat dirinya pulang dari kantor menuju rumah dinasnya melihat pos-pos penyekatan justru lalai dalam mengawasi.

Dia bahkan melihat masih banyak pengendara yang lalu-lalang di jalanan Kota Medan.

Padahal, katanya Medan sudah melakukan PPKM Darurat. Dimana seharusnya anggota kepolisian di lapangan membatasi mobilitas masyarakat.

"Saya bingung itu begitu kemarin malam jadi berubah kok masih banyak orang jalan beda dengan hari Senin. Harusnya makin lama makin bagus harusnya makin lama makin baik," kata Irjen Pol Panca, Rabu (14/7/2021).

Dia lantas menegur Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang hadir dalam rapat evaluasi PPKM darurat tersebut.

Panca menanyakan kemana anggota-anggota kepolisian dari Polrestabes Medan yang ditugaskan menjaga pos penyekatan.

"Halo teman-teman, kemana ini semuanya ?" Tanya Kapolda.

"Pak Riko kemana ini teman-teman semuanya, nanti kalau bapak turun ke jalan lu kaget-kaget," katanya.

Kapolrestabes Medan yang mendapat teguran itupun hanya terdiam.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan pun turut mendapatkan teguran karena dianggap tidak bekerja maksimal dalam pelaksanaan PPKM darurat.

Saat ditegur, Kasatlantas pun hanya menanggapi dengan satu kata.

"Begitu bapak turun, kasatlantas kemana tadi malam anak-anak semuanya ? hey pak wadirlantas ke mana bos?" Tanya Kapolda kepada Kasatlantas dan Wadirlantas.

"Siap," jawab Kasatlantas Polrestabes Medan.

(TribunMedan/Fredy Santoso)

Baca juga: KAPOLRI: POTONG KEPALA! Akhirnya Kombes Riko Sunarko Dicopot dari Kapolrestabes Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved