Ganggu Konsentrasi Sopir Akibat Paha, Uganda Larang Perempuan Duduk di Kursi Depan, Termasuk Istri
Demi menimalisir kecelakaan lalu-lintas, masyarakat Uganda melarang wanita naik truk duduk di kursi depan.
TRIBUN-MEDAN.com - Demi menimalisir kecelakaan lalu-lintas, masyarakat Uganda melarang wanita naik truk duduk di kursi depan.
Larangan ini disampaikan Asosiasi pedagang di Uganda utara.
Mereka menilai bahwa dress pendek dan paha yang terlihat dapat mengganggu konsentrasi sopir dan menyebabkan kecelakaan.
Bahkan, perintah yang diturunkan di kota Lira itu turut melarang pengemudi truk mengizinkan perempuan duduk di kabin depan, termasuk istri sendiri.
Asosiasi yang mewakili pedagang dan vendor lokal itu mengatakan, keputusan untuk melarang penumpang wanita dibuat atas nama keselamatan.
"Beberapa dari mereka mengenakan baju pendek yang memperlihatkan paha dan mengalihkan perhatian pengemudi, dan akhirnya menyebabkan kecelakaan dan orang-orang di dalamnya meninggal," kata Patrick Opio Obote, ketua kelompok vendor pasar ponsel Lira, kepada AFP pada Rabu (19/1/2022).
"Larangan itu berlaku segera dan semua pengemudi dan penumpang harus mematuhinya."
Obote menambahkan, keputusan itu diambil setelah memeriksa penyebab kecelakaan lalu lintas di kawasan yang melibatkan pengemudi truk.
"Kami menemukan selain kecepatan tinggi dan ketidakdisiplinan pengemudi truk, beberapa perempuan duduk di kabin depan sambil mengenakan dress pendek, beberapa membawa pengemudi ke bar serta minum alkohol dan pengemudi akhirnya kecelakaan," katanya.
Larangan tersebut dikeluarkan setelah kecelakaan pada 10 Januari, ketika sembilan pedagang tewas dan 20 lainnya terluka akibat sebuah truk yang kembali dari pasar mingguan di dekat Lira terbalik.
Polisi menyalahkan kecepatan dan mengemudi sembrono atas kecelakaan itu.
Aktivis hak-hak perempuan Alice Mugwanya Kabijje mengatakan, dekrit itu tidak perlu dan menyebut chauvinisme laki-laki sedang terjadi.
"Ini adalah serangan lain terhadap wanita oleh para pejabat di Lira," kata Mugwanya kepada AFP.
"Ini benar-benar bertentangan dengan konstitusi Uganda di mana pengecualian gender tertentu untuk berpartisipasi secara bebas dalam pekerjaan sehari-hari dilarang.
"Atribusi dari aturan berpakaian untuk kecelakaan di jalan adalah alasan yang ceroboh, dan indikator bagaimana seorang wanita masih dipisahkan dalam masyarakat kita dan pria lebih memilih mereka untuk tinggal di dapur," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rok-mini-ganggu-konsentrasi-sopir.jpg)