Piala AFF 2020

BERITA Piala AFF - Beraninya Suporter Timnas Singapura Hina Pemain Indonesia, Kini Nyesal Minta Maaf

Kata-kata seorang suporter timnas Singapura tersebut bahkan membuat pemain timnas Indonesia emosi.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
ROSLAN RAHMAN
Irfan Jaya (kiri) pemain Timnas Indonesia menghibur Kiper Ikhsan Fandi dari Singapura 

* Suporter Singapura Nyesal Hina Pemain Indonesia

TRIBUN-MEDAN.com - Perilaku tidak pantas dipertontonkan salah satu suporter Tim Nasional (Timnas) Singapura dalam laga semifinal leg kedua Piala AFF 2020 melawan Indonesia, Sabtu malam (25/12/2021).

Tindakan itu berupa adanya penghinaan kepada pemain timnas Indonesia.

Baca juga: UPDATE Piala AFF: Terkuak Rahasia Hebatnnya Kiper Timnas Nadeo Argawinata Gagalkan Penalti Singapura

Baca juga: Dulu Sering Tampil di TV, Hidup Artis Cantik Ini Berubah Sejak Dinikahi Aktor India Mahabharata.

Kata-kata seorang suporter timnas Singapura tersebut bahkan membuat Marckho Sandy dan Yabes Roni emosi.

Tak berselang lama, yang bersangkutan akhirnya meminta maaf.

Permintaan maaf ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui akun instagram pribadinya, akun yang bernama @nickmikhailrazak itu mengakui telah menyebut salah satu pemain timnas Indonesia dengan sebutan an**ng hitam.

Tak hanya itu, @nickmikhailrazak juga mengungkapkan sempat berujar an**ng Garuda dalam sebuah postingan sebelumnya.

"Kepada masyarakat Indonesia, pertama-tama saya ingin minta maaf karena menyebut salah satu pemain sebagai an**ng hitam dan juga memposting kata an**ng Garuda," tulis @nickmikhailrazak, dilansir dari instagram pribadinya.

"Saya marah kepadanya karena sebagai seorang pemain dia harus tetap tenang dengan ucapan-ucapan dari suporter dan tidak mencoba menyerang atau bertarung dengan mereka di tribun."

"Saya juga percaya ketika penalti dilewatkan saya menjadi emosional dan mengatakan kata anj*ng," sambungnya lagi.

Lebih lanjut, sosok yang mengaku bernama Nick Mikhail itu menjelaskan bahwa tidak bermaksud untuk rasis.

Semua disebabkan karena emosi semata.

"Di Singapura saya dikenal orang adil dan saya harus menegaskan bahwa saya tidak rasis, saya bahkan mendukung kaum LGBT karena saya adalah seorang yang tidak menilai kehidupan pribadi seseorang," tulis @nickmikhailrazak.

"Sekali lagi itu adalah momen emosional yang membuatku mengatakan kata itu."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved