BERITA MUKTAMAR NU - Majelis Alummi IPNU Singgung Kaderisasi dan Milenial| Muktamar ke-34 NU

Asrorun Niam Sholeh mendorong muktamirin memberikan perhatian khusus pada pembinaan millenial dalam Muktamar ke-34 NU yang diselenggarakan di Lampung.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi via tribunlampung
Muktamar ke-34 NU 

"Ya kami nanti akan menuju tempat registrasi peserta bersama-sama," kata Ahrori saat diwawancarai di bandara.

Dia berharap Muktamar Ke-34 NU dapat berlangsung sukses sesuai harapan seluruh warga nahdliyin.

"Acara ini acara lima tahunan. Maka kita berharap supaya acara ini bisa berjalan lancar," ujar Ahrori.

Hal senada diungkapkan Wakil Rais Syuriah PCINU Arab Saudi Abdul Malik alias Gus Lik.

Kehadirannya ke Lampung untuk menyukseskan Muktamar Ke-34 NU.

Dia juga berharap Muktamar menuju satu abad NU ini bisa terlaksana dengan lancar.

"Sebagai keluarga NU punya tanggung jawab untuk menyukseskan Muktamar Ke-34 NU. Jadi kami juga bersama seluruh PCINU mengapresiasi dan berharap muktamar ini bisa lancar, sesuai dengan harapan," kata Gus Lik.

Terkait dua nama kandidat ketua umum PBNU yang mencuat, yakni Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf, dia menjawab diplomatis.

"Dalam pandangan kami, Kiai Said Aqil dan Yahya, beliau adalah guru-guru kami. Beliau-beliau sangat memberikan motivasi yang sangat luas. Kami menyimpulkan siapa pun yang akan terpilih menjadi ketua PBNU, kami akan tetap taat," tutur Gus Lik.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen Istikharah Tentukan Pilihan Ketua PBNU

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen Jawa Tengah istikharah untuk tentukan pilihan sebagai Ketua PBNU pada Muktamar ke-34 NU.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH M Dawamuddin Masdar saat diwawancarai Tribun Lampung di depan lokasi tempat registrasi di GSG Unila, Senin (20/12/20221).

Terkait dengan dua nama yang beredar dirinya hanya bainahuma (diantaranya) dan dirinya juga akan melakukan istikharah.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Dipastikan Hadiri Pembukaan Muktamar Ke-34 NU

"Jadi gini kita kan belum tahun calon yang memenuhi ketentuan tatib nanti. Karena tradisi NU itu kan harus cermat dan hati-hati, dan dua tokoh yang beredar ini bagus dan layak untuk memahkodai NU, " kata Dawamuddin.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved