UPDATE Gempa NTT Terkini, BMKG Catat 120 Gempa Susulan,346 Rumah Rusak termasuk Rumah Ibadah

(BMKG) mencatat adanya 120 gempa susulan yang terjadi usai gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Facebook Daryono BMKG via tribun sulbar
Dampak Gempa NTT di Selayar Sulbar. /Foto: Facebook Daryono BMKG 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut kondisi terkini dampak gempa bumi M 7,4 mengguncang wilayah Indonesia Timur, Selasa (14/12/2021), siang.

Sejumlah rumah warga ambruk.

Gempa bumi berpusat di Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT ( Nusa Tenggara Timur ) itu tercatat terjadi pada pukul 11:20 Wita atau 10:20 WIB.

Gempa tersebut memicu munculnya peringatan dini tsunami di beberapa daerah, yaitu Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 120 gempa susulan  

Dari keseluruhan gempa susulan itu, lima di antaranya memiliki magnitudo di atas 5, yakni magnitudo 5,6 pada pukul 10.41 WIB, magnitudo 5,5 pada pukul 10.47 WIB, magnitudo 5,0 pada pukul 12.46 WIB, magnitudo 5,4 pada pukul 15.31, dan magnitudo 5,2 pada pukul 15.57.

"Menyikapi rangkapai gempa bumi susulan tersebut, BNPB mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di wilayah terdampak agar tidak panik namun tetap waspada," ucap Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (14/12/2021) malam.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melihat atau mengecek kondisi rumahnya masing-masing.    

Dan apabila terdapat kerusakan struktur bangunan seperti dinding retak terbuka, plafon atap bergeser, dan tiang rumah maka sementara waktu sebaiknya tidak tinggal di rumah.

Baca juga: Kisah Seorang Ibu Menyamar Jadi Putrinya, Kencani Pria Anak Kuliah sampai Kedoknya Terbongkar

"Warga bisa mengungsi ke rumah kerabat, saudara atau tempat evakkuasi sementara yang disediakan oleh instansi dan otoritas setempat," katanya lagi.

Sebanyak 346 rumah rusak

Sejauh ini, dari data yang dihimpun Pusdalops BNPB hingga Selasa (14/12/2021) pukul 22.15, Kabupaten Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan masih menjadi wilayah yang paling banyak melaporkan kerusakan bangunan rumah akibat gempa 7,4 magnitudo tersebut.

Setidaknya 346 rumah rusak. Perinciannya yakni 134 rumah mengalami rusak berat, dan 212 lainnya rusak ringan.

"Selain itu ada 3 unit gedung sekolah, 2 tempat ibadah, 1 rumah jabatan kepala desan dan 1 pelabuhan rakyat juga terdampak gempa bumi yang berpusat di 7.59 LS dan 122.24 BT," kata Abdul.

 Sejauh ini, imbuhnya belum ada laporan korban jiwa. Akan tetapi, data korban luka yang dilaporkan sebanyak 7 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved