Presiden AS Joe Biden Telfon Anggota NATO Terkait Ancaman Militer Rusia ke Ukraina

Konflik Rusia-Ukraina masih berlanjut dan belum menemukan titik damai. Perebutan kekuasaan atas tanah Crimea di perbatasan masih alot. 

Tayang:
Ist
Joe Biden menghubungi Presiden Ukraina terkait serangan Rusia 

TRIBUN-MEDAN.com - Konflik Rusia-Ukraina masih berlanjut dan belum menemukan titik damai. Perebutan kekuasaan atas tanah Crimea di perbatasan masih alot. 

Rusia meberikan keterangan-keterangan yang menyudutkan. Pasukan Rusia juga perlahan mengusai Crimea dengan berdalih menjalani latihan militer. 

Sedangkan, Ukraina masih menunggu aksi lanjutan dari Rusia. 

Ukraina yang memiliki pasukan lebih kecil dari Rusia mengaku tidak takut bila mendapatkan serangan. 

Bahkan, Presiden Ukraina turun tangan ke perbatasan dengan mengenakan rompi anti peluru. 

Sementara di lain sisi, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan memberikan dukungan kepada Ukraina dalam perjuangannya menghadapi ancaman Rusia dan mendesak solusi diplomatik untuk konflik di Eropa timur ini.

Biden memberikan dukungan sambil menjanjikan bantuan AS jika Moskow menyerang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan pernyataan berterima kasih kepada Biden atas dukungan kuatnya dalam panggilan telepon yang berlangsung sekitar satu setengah jam pada Kamis (9/12/2021).

Sementara, Gedung Putih mengatakan Biden menegaskan kembali komitmen teguh Amerika Serikat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

 

Biden dilaporkan juga telah melakukan panggilan terpisah kepada para pemimpin anggota NATO, seperti Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, dan Slovakia yang semuanya berada di Eropa timur dan sangat prihatin dengan ancaman militer Rusia terhadap Ukraina.

“Mereka membahas pembangunan militer Rusia yang tidak stabil di sepanjang perbatasan Ukraina dan perlunya sikap NATO yang bersatu, siap, dan tegas untuk pertahanan kolektif sekutu," kata Gedung Putih diktup dari Kantor Berita AFP, Jumat (10/12/2021).

Sebelumnya, Biden telah menghabiskan dua jam berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (7/12/2021).

Dia memperingatkan bahwa jika pasukan Rusia sekarang berkumpul di sebelah Ukraina meluncurkan serangan besar, Moskow akan menghadapi sanksi ekonomi AS tidak seperti yang pernah dilihat sebelumnya.

Tetapi Gedung Putih menekankan bahwa Biden, dalam seruannya pada Kamis, juga mendorong untuk menghidupkan kembali diplomasi, termasuk pembicaraan damai yang terhenti antara Ukraina dan Rusia.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami jelas akan terus berbicara dengan mitra Eropa kami. Kami akan terus berbicara dengan mitra Rusia kami dan menemukan jalan ke depan," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mengunjungi garis depan konflik melawan separatis yang didukung Rusia di Donetsk, 11 Februari 2021. Foto ini dirilis oleh kantor pers kepresidenan Ukraina.(AFP via KYIV POST)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mengunjungi garis depan konflik melawan separatis yang didukung Rusia di Donetsk, 11 Februari 2021. Foto ini dirilis oleh kantor pers kepresidenan Ukraina.(AFP via KYIV POST) ((AFP via KYIV POST))

Apa itu NATO?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved