Elon Musk 'Nyinyir' Twitter, Posting Foto Josef Stalin Berwajah Parag Agrawal CEO Baru Twitter

Pendiri Perusahaan mobil listrik, Telsa, Elon Musk kembali berulah. Ia lagi-lagi menyinggung  pergantian kursi CEO Twitter.

Tayang:
Business Insider
CEO Tesla Elon Musk 

Komentarnya ini dinilai beberapa pihak akan membatasi kebebasan di Twitter, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Fox Business, Kamis (8/12/2021).

"Peran kami (Twitter) tidak terikat oleh Amandemen Pertama, tugas kami adalah untuk melayani percakapan publik yang sehat," kata Agrawal.

Amandemen pertama yang dimaksud mengacu pada Amandemen Pertama Konstitusi Amerika yang menyatakan bahwa "Kongres tidak boleh membuat undang-undang yang menghormati pendirian agama, atau melarang penggunaannya secara bebas, atau memangkas kebebasan berbicara, atau kebebasan pers, atau hak rakyat untuk berkumpul secara damai".

Komentar itu ditambah temuan twit lama Agrawal yang sempat mengangkat isu diskriminasi agama dan ras.

Bukan cuma meme, Musk juga berkomentar ditunjuknya Agrawal menjadi CEO Twitter, menguntungkan Amerika.

Komentar itu ia tulis untuk menjawab twit dari CEO Stripe, Patrick Collison tentang orang-orang India yang menduduki kursi eksekutif di perusahaan teknolog Amerika.

"Amerika untung banyak dari bakat India," tulis Musk.

USA benefits greatly from Indian talent!

— Elon Musk (@elonmusk) November 29, 2021


Sebelum menjabat sebagai CEO Twitter, pria lulusan IIT-Bombay dan Standford University ini sudah bekerja di perusahaan mikroblogging itu sejak tahun 2011.

Agrawal yang kini berusia 37 tahun itu sebelumnya bekerja di Microsoft, Yahoo, dan AT&T.

Tahun 2017, Agrawal menjabat sebagai Chief Technology Officer Twitter.

Sementara itu, Dorsey masih akan menjabat sebagai anggota dewan hingga 2022.

Sosok Parag Agrawal

Sekilas nama Parag Agrawal terdengar asing di telinga. Meski begitu, sebenarnya Agrawal sendiri bukanlah orang baru di Twitter.

Agrawal adalah seorang ilmuwan komputer kelahiran Mumbai India, berusia 37 tahun. Ia adalah lulusan Universitas Stanford AS pada tahun 2012, dengan gelar Doktor (PhD) dalam ilmu komputer.

Sebelum lulus, Agrawal sudah bekerja di Twitter sejak satu dekade yang lalu atau tepatnya pada Oktober 2011. Sebelum di Twitter, Agrawal juga sempat bekerja di bidang penelitian di AT&T Labs, Microsoft dan Yahoo.

Mantan wakil presiden senior produk di Twitter, Kevin Weil mengatakan, Agrawal adalah sosok yang berperan penting dalam pengembangan bisnis inti Twitter.

 
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved