Varian Baru Corona Omicron Banyak yang Khawatir, dr Reisa Ungkap Pengobatan Covid-19 Varian Omicron
WHO telah mengidentifikasi varian Omicron sebagai jenis Varian of Concern (VOC).Banyak kekhawatiran yang muncul dari varian ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Sebagai informasi, para ahli percaya telah mengidentifikasi banyak mutasi pada varian baru.
Terutama pada bagian dari virus yang memasuki sel manusia.
Satu di antaranya adalah varian delta yang membuat penularan jadi lebih cepat.
Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, varian Delta pertama kali didokumentasikan di India pada Oktober 2020.
Dan merupakan varian yang paling dominan.
Baca juga: KONDISI TERKINI Reuni 212 Pagi Ini, Massa PA 212 Mulai Berdatangan ke Kawasan Patung Kuda
Lalu baru-baru ini WHO telah mengidentifikasi varian Omicron sebagai jenis Varian of Concern (VOC).
Banyak kekhawatiran yang muncul dari varian ini.
Namun menurut Reisa, sejauh ini masih ada kabar baik terkait varian Omicron.
Cara pengobatan pada varian ini menurut WHO masih efektif.
Baca juga: Kini Amanda Manopo Berani Sebut Evan Sanders Suamiku, Unggahan Amanda Mencurigakan
Bahkan dalam menangani pasien Covid-19 yang parah.
"Untuk pasien tidak gejala dan ringan diminta isolasi mandiri paling tidak 10 hari dengan konsultasi dokter atau puskemas," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Kamis (2/12/2021).
Di sisi lain, WHO meminta negara anggota nya termasuk Indonesia berkontribusi dalam berbagai data karakter klinis.
Tujuannya agar karakter varian dapat segera dianalisis secara bersama.
Oleh karena itu, upaya tes dan pelacakan virus harus tetap konsisten di angka yang tinggi.
Yaitu minimal 1 tes perseribu orang per minggunya.
Baca juga: KONDISI TERKINI Reuni 212 Pagi Ini, Massa PA 212 Mulai Berdatangan ke Kawasan Patung Kuda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/beda-gejala-virus-corona-varian-delta-dengan-gejala-covid-19-biasa-delta-lebih-berbahaya.jpg)