Sudah Dinyatakan Tewas Usai Kecelakaan, Pria Ini Ternyata Hidup Lagi, Hampir Saja Dikremasi

Kisah seorang pria India yang keliru dinyatakan meninggal setelah kecelakaan. Ternyata pria tersebut masih bernapas di kamar mayat.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
Int
Sudah Dinyatakan Tewas Usai Kecelakaan, Pria Ini Ternyata Hidup Lagi, Hampir Saja Dikremasi. Foto Ilustrasi mayat 

TRIBUN-MEDAN.com - Kisah seorang pria India yang keliru dinyatakan meninggal setelah kecelakaan.

Ternyata pria tersebut masih bernapas di kamar mayat.

Namun ia meninggal lagi kemudian dikremasi.

Dilansir dari AFP, peristiwa tersebut diungkapkan para kerabat pria bernama Srikesh Kumar.

Kumar dilaporkan meninggal karena luka-luka yang dideritanya.

Ia mengalami luka berat setelah ditabrak sepeda motor yang melaju kencang.

Baca juga: Berparas Cantik Seleb 24 Tahun Tewas, Mayat Ditemukan di Mesin Pendingin, Pelaku Orang yang Dicintai

Baca juga: Lama tak Terlihat, Seleb TikTok Ini Ternyata Tewas Dibunuh Suami, Kondisi Jenazah Memprihatinkan

Para kerabatnya mengatakan, Kumar mengalami kecelakaan itu pekan lalu.

Pria bernasib nahas itu kemudian dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit di Moradabad, timur ibu kota New Delhi.

Jenazahnya kemudian dimasukkan ke lemari es kamar mayat.

Tapi saat keluarganya tiba enam jam kemudian, mereka mendapati Kumar masih bernapas.

Namun tubuh Kumar tidak bergerak.

Pria 45 tahun itu langsung dipindahkan ke bangsal rumah sakit.

Akan tetapi ia meninggal dunia pada Selasa malam (23/11/2021) waktu setempat setelah mengalami koma karena cedera otak.

"Dia meninggal tadi malam dan tubuhnya sudah diserahkan kepada keluarganya," kata petugas medis distrik, Shiv Singh, kepada AFP.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Saudara Kumar kemudian mengatakan, mendiang dikremasi pada Rabu malam.

Temuan bahwa Kumar yang ternyata masih hidup pada Jumat (19/11/2021) memicu penyelidikan rumah sakit.

Singh mengungkapkan, penyelidikan menentukan Kumar dalam keadaan mati suri ketika dinyatakan meninggal.

"Sepertinya tidak ada kelalaian dari pihak dokter tapi masih kita selidiki," tambahnya

Sebelumnya diberitakan, seorang nenek baru menyadari pesan terakhir yang mengisyaratkan cucunya akan meninggal dunia.

Kejadian viral ini diungkapkan seorang nenek berusia 68 tahun.

Dilansir dari Berita Harian, Mahani Hamid mengungkapkan dirinya telah diberitahu sang cucu perihal kematiannya.

Cucunya, Nur Alisha Safiya Mohd (7) akan meninggalkan keluarganya.

Baca juga: SERAM, Sudah Tahu Bekas Kamar Mayat,Pasutri Ini Nekat Beli Rumah Ini Buat Direnovasi, Jadinya Begini

Baca juga: Lalat dan Belatung tak Hilang Meski Sudah Disemprot, Rupanya Ada Mayat Busuk di Atas Rumah Pria Ini

Namun Mahani Hamid baru menyadari itu.

"Almarhum pernah memberi tahu bahwa dia ingin pergi jauh meninggalkan keluarganya."

"Saya tidak berpikir itu pertanda dia akan meninggalkan kita selamanya," kata Mahani.

Nenek berusia 68 tahun itu mengungkapkan, cucunya meninggal karena ditabrak mobil van.

Siswa kelas satu sekolah dasar itu mengalami kecelakaan di Taman Dahlia, Bandar Baru Salah Tinggi, pada 12 November 2021.

Insiden kecelakaan tersebut tepatnya terjadi pada pukul 12.10 siang waktu setempat.

Nur Alsha mengalami cedera di kepala.

Mendiang sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta setempat.

Namun jiwanya tak terolong.

Nur Alisha merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan pegawai pemerintah di Putrajaya, Mohd Azlin (47) dan Mahani Saad (43).

Mahani menuturkan, pada akhir pekan lalu, mendiang kembali ke kampungya di Felda Keratong 5, Bandar Tun Razak, Pahang.

Nur Alisha datang bersama orang tuanya.

Menurutnya, saat itu kelima anak dan cucunya berkumpul di desa untuk menjenguk suaminya, Saad Hashim (70).

Hashim sudah sepuluh tahun terakhir menderita diabetes.

“Saat itu, Nur Alisha Safiya cukup ceria, tidak seperti sebelumnya yang pemalu dan pendiam."

"Pada malam pertama di desa, Nur Alisha Safiya tidak tidur sampai pagi dan menghabiskan waktu bermain dengan sepupunya," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, ada tingkah laku yang berbeda dari Nur Alisha

"Saat mau pulang, Nur Alisha Safiya berjabat tangan dan memeluk saya lama sekali."

"Berbeda dari sebelumnya," ujarnya saat ditemui di kediaman keluarga almarhum di Taman Intan Baiduri, Labu Lanjut, Salak Tinggi, Sabtu (13/11/2021).

Sementara itu, kakak tertua Nur Alisha Safiya, Muhammad Aiman ​​Firdaus (16) mengatakan, saat kejadian ia sedang berada di rumah sekolah di Bandar Baru Salak Tinggi.

Menurutnya, kejadian tersebut diketahui oleh pamannya yang datang ke rumah.

“Nur Alisha Safiya sangat dekat dan manja dengan saya."

"Itu karena saya sering membantunya menyelesaikan tugas sekolah."

"Serta dijadikan referensi jika dia mengalami kesulitan belajar," ungkapnya.

Sang kakak merasa terkejut karena ia ditinggal sang adik dengan sangat cepat.

"Kepergian Nur Alisha Safiya cukup mengejutkan,"ungkapnya.

Ia juga mengaku akan kesepian jika tidak ada sang adik.

"Rumah akan sepi setelah ini," lanjutya.

Meski begitu, ia tetap ridho ditinggal adik pergi selama-lammanya.

"Namun, kami ridho dengan ketetapan Allah SWT," ungkapnya.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved