News Video

Beredar Pesan WA Minta Sumbangan atas Nama Bupati Klaten, Mengaku Sebagai Sri Mulyani

Belakangan ini pengguna WhatsApp di Klaten digegerkan dengan adanya pesan berantai yang mengatasnamakan Bupati Klaten, Sri Mulyani minta sumbangan.

"Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Ibu Hj Sri Mulyani selaku Bupati Klaten. saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apakah benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan," tulis akun WhatsApp nomor 0813-3321-XXXX.


TRIBUN-MEDAN.COM
- Belakangan ini pengguna WhatsApp (WA) di Klaten digegerkan dengan adanya pesan berantai yang mengatasnamakan Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta sumbangan.

Namun, pemerintah kabupaten (Pemkab) Klaten memastikan pesan tersebut tindak kejahatan penipuan.

Dikutip dari TribunSolo.com pada Kamis (25/11/2021), tampak pengirim pesan WhatsApp tersebut memasang foto Sri Mulyani sebagai foto profil.

Pesan tersebut mengaku sebagai Sri Mulyani, Bupati Klaten.

Pengirim menuliskan Sri Mulyani yang sedang menggalang donasi untuk yayasan dan pondok pesantren.

"Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Ibu Hj Sri Mulyani selaku Bupati Klaten. saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apakah benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan," tulis akun WhatsApp nomor 0813-3321-XXXX.

Diketahui, laporan pesan permintaan sumbangan itu diterima oleh petugas admin pengaduan Maturibu Klaten, Rabu (24/11/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Klaten, Amin Mustofa menegaskan, nomor dan pesan tersebut bukan Bupati Klaten.

"Ada nomor WA yang menggunakan foto profil beliau (Bupati Klaten Sri Mulyani)," ujar Amin, Rabu (24/11/3021).

Setelah diselidiki, pengirim pesan itu ternyata seorang pengasuh pondok pesantren yang ada di Kecamatan Wonosari, Klaten.

Nomor tersebut sekarang telah berganti foto profil dan nama menjadi Hj Irna Narulita.

Namun hingga saat ini tidak ada yang menjadi korban dari nomor tersebut.

Kendati begitu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

Ia menuturan, bila masyarakat menemukan pesan yang serupa segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat, kades atau camat.

“Jika masyarakat masih menemukan pesan tersebut, segera melapor kepada camat, kepala desa atau aparat keamanan terdekat," tukasnya.

Atas kejadian ini, Pemkab Klaten akan berkoordinasi dengan aparat untuk mengusut kasus ini.

"Pemerintah Kabupaten Klaten akan berkordinasi dengan aparat terkait untuk tindaklanjut kasus ini," ujarnya.

(Tribun-Video.com/ TribunSolo.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved