Breaking News

Tak Hanya Belajar, 5 Cara Ini Bisa Meningkatkan Kecerdasan Anak Agar Mudah Menyerap Pembelajaran

Cara meningkatkan kecerdasan anak bisa dilakukan di luar kegiatan belajar formal di sekolah mau pun bimbingan belajar.

Tayang:
Ist
Cara meningkatkan kecerdasan anak 

TRIBUN-MEDAN.com - Cara meningkatkan kecerdasan anak bisa dilakukan di luar kegiatan belajar formal di sekolah mau pun bimbingan belajar. 

Para orangtua perlu mengetahui 5 cara ini agar anak Anda mudah menyerap pembelajaran.

Agar bisa menjadi kebanggaan orangtua.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa kecerdasan tak hanya bisa diukur dari nilai ujian di sekolah.

Manusia sendiri memiliki kecerdasan yang terbagi menjadi delapan yaitu, linguistik-verbal, logika-matematis, visual spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Setiap anak bisa menonjol kecerdasan dalam satu bidang, dan tidak terlalu menonjol dalam bidang lainnya, hal inilah yang membuat setiap anak unik.

Agar beragam jenis kecerdasan berkembang optimal dalam diri anak, ada beberapa cara lainnya yang bisa membuat anak lebih cerdas, yang tak cukup bila diasah dengan belajar akademis saja.

Cara meningkatkan kecerdasan anak

Melansir laman Sekolah BPK Penabur, berikut 5 cara yang bisa dilakukan orangtua untuk meningkatkan kecerdasan anak dalam beragam bidang, selain belajar akademis:

1. Daftarkan anak bermain musik

Bagaimana Bermain Musik Bisa Membuat Anak Cerdas? Ini Alasannya, Mengapa  Harus Dikenalkan Sejak Dini - Wartakotalive.com

Meski orangtua tidak ingin anak bercita-cita menjadi seorang musisi, tetapi pelajaran musik terbukti dapat meningkatkan IQ.

Dilansir dari jurnal dengan judul Music Lessons Enhance IQ, anak anak dalam kelompok musik menunjukkan peningkatan IQ skala penuh yang lebih besar, dibandingkan dengan anak yang berada di kelompok kontrol.

Efeknya relatif kecil, namun bila digeneralisasikan di seluruh sub-tes IQ, skor indeks, dan ukuran standar pencapaian akademik, peningkatan terjadi lebih besar.

Selain itu, banyak penelitian lainnya yang menunjukkan hubungan positif antara musik dan kesejahteraan mental.

2. Aktif bergerak

Inilah 8 Cara Membuat Anak Aktif Bergerak - Alodokter

Gaya hidup aktif tak hanya baik untuk kesehatan tubuh anak, namun juga kecerdasannya.

Tahukah orangtua bahwa setelah berolahraga, anak dapat mempelajari kata dan kosakata baru 20 persen lebih cepat?

Menurut American Psychological Association, dalam satu semester penerapan kelas pendidikan jasmani, nilai membaca dan matematika siswa yang mengambil kelas kebugaran satu jam sebelum kedua mata pelajaran ini, didapati naik hingga 20 persen.

Jadi, mendaftarkan kegiatan olahraga di tahun-tahun awal anak bersekolah bisa bermanfaat ketika anak belajar mengucapkan kata-kata baru, menyusun kalimat, dan berkomunikasi dengan teman dan orang dewasa.

Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Pencetus Trilogi Pendidikan yang Diterapkan hingga Saat Ini

Baca juga: Apa Itu Otoritas Jasa Keuangan? Seperti Apa Tugas dan Wewenangnya

3. Melibatkan anak dalam hobi

Manfaat Bermain Sepak Bola Bagi Anak | Popmama.com

Baik itu memasak, merajut, atau musik, pembelajaran aktif sangatlah penting untuk perkembangan anak usia dini.

Menurut pakar pendidikan dan pengajar Jo Moore, sebagian besar anak usia lima tahun saat ini tidak memiliki keterampilan yang mereka butuhkan untuk mulai belajar, seperti dapat memegang pensil.

Dengan pembelajaran aktif, anak dapat dengan cepat dan mudah mengambil keterampilan yang akan mempersiapkannya untuk pendidikan awal, seperti mengikuti instruksi dan koordinasi, termasuk peningkatan koordinasi tangan-mata.

4. Membaca bersama anak, bukan membaca untuk anak

Tak Sepele, Ini 11 Manfaat Mendongeng untuk Anak Anda

Dengan membaca bersama anak, membuat anak lebih cepat menyerap kata-kata tertulis dan mengenal kata lisan baru dengan lebih efektif.

Hal ini berkaitan dengan pembelajaran aktif, di mana orang tua dan anak terlibat dalam suatu cerita, orangtua menunjukkan gambar dan berbicara dengan anak saat membaca buku sehingga meningkatkan keseluruhan pengalaman. Saat orangtua "menghidupkan" cerita dari buku, cara ini akan meningkatkan pemahaman anak.

Luangkan waktu 10 menit untuk membaca cerita bersama-sama setiap harinya, dan memiliki berbagai macam buku cerita untuk anak.

5. Dukung minat anak

Memahami Pola Asuh Permisif dan Risikonya bagi Anak Halaman all - Kompas.com

Ketika anak menunjukkan minat pada sesuatu bidang, bantu ia mengikuti dan mengembangkan minatnya.

Ini akan membuat anak lebih mungkin melekat pada minatnya, dan belajar lebih banyak tentang bidang yang diminatinya dari waktu ke waktu.

Dilansir dari Scientific American, terdapat laporan dan studi yang mendapati bahwa dorongan dari lingkungan sekitar memiliki keterkaitan dengan peningkatan IQ anak.

Baca juga: Era Industri 4.0 Butuh Generasi Muda yang Kreatif, Adaptif, dan Inovatif

Baca juga: PEMBELAJARAN Tatap Muka Terbatas Tingkat SD Kelas 1-3 akan Dilaksanakan Mulai Pekan Depan

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved