Gelombang Ketiga Masih Ramalan, Pakar Virus: Terpapar Covid-19 Belum Tentu Terinfeksi
Pakar virus menyebutkan bahwa gelombang ketiga Covid-19 masih ramalan. Terpapar Covid-19 belum tentu terinfeksi
TRIBUN-MEDAN.COM,- Pemerintah dan masyarakat mengkhawatirkan adanya gelombang ketiga penyebaran Covid-19.
Namun, gelombang ketiga Covid-19 ini dianggap masih prakiraan atau ramalan saja.
Menurut Pakar Virus atau Virologist drh Mohammad Indro Cahyono, pengecekan tes melalui Swab PCR maupun antigen, hanyalah cara untuk menunjukkan terpapar atau tidaknya seseorang terhadap virus asal Wuhan, Tiongkok atau Covid-19.
Baca juga: MEMANAS Tudingan Menteri Jokowi Bisnis PCR Covid, Luhut Panjaitan Berani Diaudit dan Diperiksa KPK
“Hasil Swab berarti kan menunjukkan paparan apa virus yang melekat di hidung kita, sementara sekarang ini kita sudah tahu bagaimana melepaskan virus dari rongga hidung,” paparnya kepada TribunnewsDepok.com di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok, Sabtu (13/11/2021).
Sebab, pengujian dari sampel Swab Antigen maupun PCR, diambil dari apa yang terpapar di dalam hidung.
Sementara mereka yang terinfeksi dikatakan Indro sudah memiliki virus di dalam tubuhnya.
“Terpapar dengan terinfeksi itu berbeda, kalau terpapar itu virusnya masih ada di hidung sedangkan kalau terinfeksi itu artinya virus sudah masuk ke dalam tubuh, tidak lagi ada di hidung,” katanya.
Baca juga: Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6 sampai 11 Tahun Dimulai 2022
Untuk menghilangkan paparan, pria yang bekerja di sebuah laboratorium untuk mengamati virus ini mengatakan, cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci hidung menggunakan garam non yodium sebanyak satu persen.
Dimana cara ini bisa dilakukan dengan mudah oleh masyarakat di rumah dengan menyematkan satu sendok garam laut ke dalam satu liter air.
“Dilakukan secara rutin setiap kali kita rutinitas, pulang ke rumah kita cuci hidung. Maka nanti kalau virusnya lepas atau tidak ada yang menempel, begitu kita di swab maka tidak jadi positif, dan (menghilangkan paparan) itu mudah sekali dilakukan,” katanya.
Cara tersebut dikatakan Indro adalah untuk sektor publik atau masyarakatnya.
Baca juga: Hampir 2 Tahun Virus Corona Melanda Dunia, 4 Negara Ini Klaim tak Punya Kasus Penyebaran Covid 19
Sedangkan dari sektor diagnostiknya, menurut Indro bila ingin secara nyata melihat apakah hasil uji tes berhubungan dengan penyakit atau tidak.
Yakni mulai mengubah pengambilan sampel ujinya.
Menurutnya, tes PCR tidak salah karena hal itu hanyalah alat saja yang akan memberikan hasil sesuai dengan apa yang dimasukan.
Jika mau melihat penyakitnya, lanjut Indro, maka harus mengambil sampel bukan dari tes swab baik antigen maupun PCR, melainkan dari dahak atau ludah.
Baca juga: Soal Gelombang Ketiga Covid-19 di Sumut, Berikut Penjelasan Kadiskes
“Karena yang ditakutkan itu kan penyakitnya bukan paparannya, kalau paparan semua orang bisa terpapar, mau yang sudah vaksin ataupun tidak, pasti terpapar. Kalau ludah bisa membaca, kalau positif berarti orang itu sudah terinfeksi, sudah sakit,” akunya.
Sementara terkait program vaksinasi yang dilakukan pemerintah dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19, Indro menyatakan bahwa vaksin hubungannya dengan infeksi, bukan paparan.
Seperti yang dikatakan Indro sebelumnya bahwa mereka yang sudah vaksin atau belum tetap akan terpapar.
“Kalau kita mau melihat penyakitnya berarti kita melihat infeksinya, maka kita harus mulai mengambil sampel dari dahak atau ludah, karena hanya orang yang sakit saja yang bisa menghasilkan positif,” ujarnya.
Baca juga: Varian Covid-19 Delta Plus Melanda Malaysia, Jokowi Malah Buka Tavel Corridor Indonesia-Malaysia
Meski begitu, cara pengambilan sampel ini bukan berarti menghilangkan tes PCR maupun antigen untuk mengetahui seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.
“Tidak menghilangkan PCR tapi kita mulai mengubah bahwa yang kita takutkan infeksinya bukan paparannya,” tandasnya. (vin)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ahli Virus: Terpapar Covid-19 Belum Tentu Terinfeksi, Ini Penjelasannya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/virus-corona-varian-baru-mu.jpg)