Kematian Seekor Babi Pernah Jadi Pemicu Perang Amerika vs Inggris: Pertempuran Berlangsung Sengit
Tahukah Anda perang dua negara besar Amerika dan Inggris sempat bersitegang hanya persoalan seekor babi?
TRIBUN-MEDAN.com - Tahukah Anda perang dua negara besar Amerika dan Inggris sempat bersitegang hanya persoalan seekor babi?
Kisah ini benar nyata. Perseteruan ini dikenal dengan Perang Babi.
Perang Babi mungkin mejadi perang yang paling lucu dalam sejarah.
Dilansir dari Historic UK, kisahnya dimulai pada tahun 1846 ketika Perjanjian Oregon ditandatangani antara AS dan Inggris.
Perjanjian itu bertujuan untuk mengakhiri sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama antara AS dan Inggris.
Meskipun terdengar mudah, situasinya tampak rumit, karena ada satu pulau yang terletak di barat daya Vancouver.
Perjanjian menyatakan bahwa perbatasan harus melalui bagian tengah saluran yang memisahkan benua dari Pulau Vancouver.
Salah satu pulau terbesar dan terpenting di daerah ini, Pulau San Juan punya arti penting karena posisinya yang strategis di mulut saluran.
AS dan Inggris mengklaim kedaulatan Pulau San Juan dan warga dari kedua negara pun mulai menetap di sana.
Pada tahun 1859 Inggris mendatangkan Hudson's Bay Company dan mendirikan stasiun pengawetan salmon dan peternakan domba di pulau itu.
Sementara itu, kontingen antara dua puluh hingga tiga puluh pemukim AS juga baru saja tiba di pulau itu dan membangun rumah mereka.
Baca juga: INI Alasannya Jenazah Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat
• Salurkan Dana PEN 2021 Hampir 100 Persen, BRI Prediksi Perekonomian dan UMKM Pulih di Tahun 2022
Kedua kelompok penduduk pulau itu sebenarnya bergaul dengan baik.
Namun pada 15 Juni 1859, seekor babi milik Inggris secara tidak sengaja mengembara ke tanah Lyman Cutlar, seorang petani Amerika.

Babi itu memakan beberapa kentang milik Lyman Cutlar.
Sehingga, dia sangat marah dan membunuh babi itu.
Babi itu dimiliki karyawan Inggris dari Perusahaan Teluk Hudson, Charles Griffin.
Griffin memiliki beberapa babi dan terkenal karena membiarkan mereka berkeliaran dengan bebas di seluruh pulau.
Ketika Griffin mengetahui tentang kematian babinya, dia pergi untuk menghadapi Cutlar untuk menawarkan membayar sebagai kompensasi untuk babi yang mati.
Tapi Griffin menolak dan melaporkan Cutlar pada otoritas Inggris setempat yang kemudian mengancam akan menangkap Cutlar.
Ini membuat marah warga Amerika setempat yang kemudian membuat petisi yang meminta perlindungan Militer AS.
Petisi diterima Jenderal William SnHarney, komandan Departemen Oregon.
Pandangan anti-Inggris Harney terkenal pada saat itu, dan tanpa berpikir panjang dia mengirim 66 orang kompi infanteri ke-9 AS ke San Juan pada 27 Juli 1859.
Setelah mendengar berita ini, James Douglas, gubernur British Columbia, memutuskan mengirim tiga kapal perang Inggris ke daerah itu sebagai unjuk kekuatan.
Selama bulan berikutnya, kedua belah pihak perlahan-lahan meningkatkan kehadiran militer mereka.
Infanteri ke-9 AS menolak untuk mengalah, bahkan mengira mereka kalah jumlah secara besar-besaran.
Kedatangan Laksamana Robert L Baynes Panglima Angkatan Laut Inggris di Pasifik, membuat segalanya berubah.
Ketika Douglas memerintahkan Baynes untuk mendaratkan pasukannya di San Juan dan menyerang infanteri ke-9 AS, Baynes menolak.
Dia memilih tidak melibatkan dua negara besar dalam perang yang dipicu babi.
Kabar akhirnya mencapai Washington dan London. Para pejabat di kedua sisi Atlantik terkejut bahwa perselisihan tentang babi telah berkembang menjadi perselisihan yang melibatkan sebanyak 3 kapal perang, 84 senjata, dan lebih dari 2.600 orang.
Pada tahun 1872, komisi internasional yang dipimpin oleh Kaiser Wilhelm I dari Jerman memutuskan bahwa pulau itu harus sepenuhnya berada di bawah kendali Amerika.
Dengan demikian, perselisihan itu akhirnya diselesaikan.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Dua Pelaku Penipuan Pinjaman Online Ditangkap, Pelaku Belajar Menipu Saat Berada di Dalam Penjara
Baca juga: Firasat Manajer sebelum Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Meninggal, Ungkap Penyesalan
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perang-babi.jpg)