Materi Belajar Sekolah

Sejarah Pertempuran Ambarawa: Latar Belakang, Tokoh, Akibat, dan Akhir

Materi belajar tentang sejarah Pertempuran Ambarawa yang membahas latar belakang, tokoh yang terlibat dan akhir dari pertempuran.

Wikipedia
Soedirman dalam Pertempuran Ambawara 

Pada 26 November 1945, salah satu pimpinan pasukan harus gugur. Ia adalah Letnan Kolonel Isdiman, pemimpin pasukan asal Purwokerto. 

Posisinya pun digantikan oleh Kolonel Soedirman. Sejak saat itu, situasi pertempuran berubah semakin menguntungkan pihak TKR. 

Pada 5 Desember 1945, musuh berhasil terusir dari Desa Banyubiru. 

Akhir Pertempuran

Pada 11 Desember 1945, Kolonel Soedirman mengadakan perundingan dengan mengumpulkan para komandan sektor. 

Berdasarkan dari laporan para komandan sektor, Kolonel Soedirman menyimpulkan bahwa posisi musuh sudah terjepit.

Maka perlu segera dilancarkan serangan terakhir, yaitu:

  1. Serangan pendadakan dilakukan serentak dari semua sektor.
  2. Tiap-tiap komandan sektor memimpin serangan.
  3. Para pasukan badan-badan perjuangan (laskar) disiapkan sebagai tenaga cadangan.
  4. Serangan akan dimulai pada 12 Desember pukul 04.30.

Pada 12 Desember 1945, pasukan TKR bergerak menuju target masing-masing. 

Dalam kurun waktu 1,5 jam, mereka sudah berhasil mengepung kedudukan musuh dalam kota. Kota Ambarawa dikepung selama empat hari empat malam.

Pasukan Inggris yang sudah merasa terdesak berusaha untuk memutus pertempuran. 

Pada 15 Desember 1945, pasukan Inggris meninggalkan Kota Ambarawa dan mundur ke Semarang. 

Tokoh yang Gugur

Tokoh atau pejuang yang gugur dalam Pertempuran Ambarawa pada 20 November 1945 sebagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan adalah:

Letkol Isdiman 

Letnan Kolonel Isdiman adalah perwira Tentara Keamanan Rakyat yang gugur dalam Pertempuran Ambarawa.

Isdiman lahir di Pontianak pada 12 Juli 1913. 

Letkol Isdiman merupakan orang kepercayaan dari Kolonel Soedirman untuk mengatur siasat pertempuran di Ambarawa. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved