News Video
Peneliti Dari USU Bikin Sabun Cuci Tangan Pembersih Pestisida dari Tanaman Liar
Eka Lestari Mahyuni menjelaskan jika penelitian ini dilakukannya sejak tahun 2019 lalu, dan telah selesai sekitar tahun 2020.
Penulis: Muhammad Nasrul |
Peneliti Dari USU Bikin Sabun Cuci Tangan Pembersih Pestisida dari Tanaman Liar
TRIBUN-MEDAN.COM, KARO - Peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU), membuat suatu penelitian membuat tanaman liar menjadi sabun pencuci tangan. Tanaman ini ialah daun cinta, atau bagi masyarakat Kabupaten Karo dikenal dengan daun acem-acem.
Peneliti yang sekaligus dosen USU, Eka Lestari Mahyuni menjelaskan jika penelitian ini dilakukannya sejak tahun 2019 lalu, dan telah selesai sekitar tahun 2020. Ia mengetahui tanaman ini bisa diolah, karena informasi yang didapat dari para petani di Kabupaten Karo yang menggunakan tanaman ini untuk membersihkan tangan setelah melakukan penyemprotan pestisida di ladangnya.
"Jadi kita lihat kalau petani ini mau membersihkan diri dari pestisida kan tidak ada air di ladang. Jadi mereka menggunakan daun acem-acem ini untuk membersihkan tangan, kemudian lansung kami teliti," ujar Eka, saat ditemui di perladangan milik masyarakat di Desa Sumber Mufakat, Kabanjahe, Jumat (29/10/2021).
Dijelaskannya, setelah daun tersebut diteliti ternyata banyak mengandung zat bermanfaat di mana salah satunya ialah zat yang bersifat sabun. Sehingga, dari penelitian ini pihaknya mengembangkan daun dendan nama latin Oxalis Debilis Varietas Corymbosa ini untuk membantu petani memiliki sabun untuk membersihkan diri.
Di mana, cairan pestisida ini dianggap memiliki dampak yang cukup bahaya bagi kesehatan jika kontak lansung dengan tubuh. Kemudian dari hasil penelitian ini, pihaknya melihat daun yang tumbuh liar ini ternyata memiliki zat yang dapat menghilangkan kimia.
"Penelitian kita ini kita tuangkan dalam bentuk hand soft gel, ini kita buat untuk mengurangi dampak keracunan dari kimia pestisida. Daun ini memang tanaman liar, tapi setelah kita teliti daun ini sangat kuat mengikat pestisida," katanya.
Diketahui, para petani yang menggunakan pestisida ini merupakan golongan organoklorin. Di mana, golongan pestisida ini dapat menyerang sistem saraf pusat namun sangat disayangkan dampak dari penggunaan yang lama ini dapat bersifat kronis.
Dijelaskan Eka, untuk membuat gel pencuci tangan ini bahan utamanya ialah daun acem-acem yang sudah memiliki zat saponin seperti sabun. Kemudian, tanaman yang tumbuh liar ini harus melalui proses dikeringkan. Selanjutnya, dicampur dengan beberapa zat untuk mengendapkan ekstrak daun tersebut.
"Kemudian kita campur dengan gliserol dan etanol atau alkohol 70 persen. Selanjutnya semua bahan ini dicampur dan diaduk dengan halus. Tinggal kita takar kadar ekstraknya, untuk mengikat pestisida lebih efektif di tingkat lima hingga tujuh persen," ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan adanya penemuan ini pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo memberikan dukungan dan bisa mengembangkannya. Karena dikatakannya, daun ini merupakan tanaman liar dan sering diabaikan, padahal jika diteliti dan diolah secara baik dapat memberikan dampak positif bagi pertanian di Kabupaten Karo.
(cr4/tribun-medan.com)