Materi Belajar Sekolah
Kisah Cornel Simanjuntak Pencipta Lagu Maju Tak Gentar: Musisi Siantar Bertempur Melawan Belanda
Pejuang Tanah Air, Cornel Simanjuntak, pencipta lagu "Maju Tak Gentar" lebih dikenal dengan seniman musik.
Cornel menjawab dia tidak berkhianat, melainkan pekerjaan.
"Saudara, ini bukan lagi khianat, tapi saya telah menindakkan diri saya sendiri.
Barang bestelan ini janganlah saudara anggap sebagai suatu seni.
Dalam hal ini saya sudah menjadi seorang tukang pembuat lagu, asal ada orang yang minta dibuatkan saya buatkan," kata Cornel.
Cornel Simanjuntak dekat dengan Ibu Sud
Ketika berada di Jakarta, Cornel Simanjuntak sudah mengenal Ibu Sud sebagai pencipta lagu ternama. Dia juga belajar musik dari Ibu Sud.
Ketika bekerja di Keimin Bunka Shidoso, upah Cornel tidak begitu besar.
Jepang melakukan tekanan terhadap rakyat Indonesia hingga beras susah ditemukan.
Cornel dan rekan-rekannya mengonsumsi sayuran dan singkong yang hanya digarami.
Perjuangan Melawan Belanda
Cornel ikut berjuang bersama laskar rakyat di front Senen dan Tanah Tinggi melawan serdadu Belanda.
Malangnya, ketika sedang bertempur, paha Cornel tertembak, ia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Namun, dalam keadaan yang masih terluka, Cornel harus segera diselundupkan ke Karawang karena Belanda tengah melakukan penggeledahan di RS tempat ia dirawat.
Setelah itu, dari Karawang ia dipindahkan ke Yogyakarta. Di kota inilah Cornel banyak melahirkan lagu-lagu heroik untuk semangat perjuangan.
Cornel bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang bermarkas di Menteng 31.
Lalu, akhir Desember 1945, ia ikut berjuang dalam melawan serdadu Belanda di Tangsi Penggorengan.
Cornel dipercaya untuk memimpin pasukannya di daerah Tanah Tinggi. Sewaktu baku tembak sedang berlangsung di Senen, sebuah peluru mendarat di paha Cornel. Akibatnya, ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cornel-simanjutak-pencipta-lagu.jpg)