Materi Belajar Sekolah

Kapal Van der Wijk Ditemukan, Intip Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk Karya Hamka

Kisah tenggelamnya Kapal Van der Wijk bukanlah hanya sebuah cerita fiksi belaka yang dikarang oleh Sastrawan Buya Hamka pada 1936. 

Ist
Buku The Decay of the SS Van der Wijck 

Selain disebut dalam novel karya Hamka, kapal ini juga terkenal karena pernah ditumpangi Mohammad Hatta ketika hendak dibuang ke Boven Digoel, Papua.

Setelah selesai dibuat oleh Maatschappij Fijenoord, Rotterdam, pada tahun 1921, kapal ini kemudian segera berlayar dari Feyenoord menuju Indonesia pada tahun yang sama.

Perjalanan Kapal Van der Wijk

Pelayaran kapal Van der Wicjk yang dianggap sangat mewah pada masanya itu berakhir di Perairan Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di 12 mil dari Pantai Brondong, Lamongan.

Pada Kamis, 22 Oktober 1936 surat kabar de Telegraaf mengabarkan bahwa akibat peristiwa tenggelamnya kapal Van der Wijck, ada 58 penumpang yang tewas dan 42 lainnya hilang, sedangkan 153 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Materi Belajar Bahasa Inggris: Penulisan Descriptive Text dan Contohnya

Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dipenogoro dan Tokoh-tokoh Penting

Pada hari Kamis yang sama, surat kabar Australia, The Queenslander, turut memberitakan tenggelamnya Van der Wijck. Koran tersebut menyebut jika kapal sekonyong-konyong miring saat berada di 64 kilometer barat daya Surabaya. Setelah itu hanya butuh enam menit hingga seluruh badan kapal tenggelam.

Monumen Tenggelamnya Kapal van Der Wijk

Berkunjung ke Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di Lamongan Halaman  1 - Kompasiana.com

Monumen Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

The Queenslander juga menuliskan soal proses evakuasi yang melibatkan banyak orang, mulai dari sejumlah nelayan setempat, pilot pesawat terbang, hingga kapal Angkatan Laut Belanda. Sebanyak 153 dari 253 orang penumpang berhasil diselamatkan.

Saat kapal Van der Wijck tenggelam, sejumlah warga yang tinggal di pesisir Pantai Brondong juga berperan dalam menyelamatkan banyak penumpang.

Sebagai ucapan terimakasih kepada warga dan untuk mengenang tenggelamnya kapal mewah tersebut, Pemrintah Hindia Belanda mendirikan Monuman Van der Wijck.

Monumen Van der Wijck berdiri kokoh di kawasan pantai Brondong dan berbentuk seperti pos pemantau setinggi 15 meter berwarna kuning dan biru. Terdapat dua prasasti di dinding barat dan timur monumen. Prasasti terbuat dari pelat besi bertuliskan dalam bahasa Belanda dan Indonesia.

Sinopsi Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk 

Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.

Jual <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/tenggelamnya-kapal-van-der-wijck' title='Tenggelamnya Kapal Van der Wijck'>Tenggelamnya Kapal Van der Wijck</a> (Soft Cover) di Lapak Duta Ilmu  Jakarta | Bukalapak

Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938.

Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved