News Video

KABAR TERBARU Polisi Dianiaya Atasan, Brigadir Sony Malah Minta Maaf dan Ngaku Menyesal

Video terbaru terlihat sang korban pemukulan bintara polisi Brigadir Sony malah meminta maaf karena mengunggah video penganiayaannya ke grup WhatsApp

Editor: M.Andimaz Kahfi

KABAR TERBARU Polisi Dianiaya Atasan, Brigadir Sony Malah Minta Maaf dan Ngaku Menyesal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Usai viral video pemukulan yang diduga dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar.

Kini video terbaru terlihat sang korban pemukulan bintara polisi Brigadir Sony malah meminta maaf karena mengunggah video penganiayaannya ke grup WhatsApp hingga akhirnya viral.

Dalam video tersebut, terlihat Brigadir Sony mengenakan baju polisi lengkap dan merekan video permintaan maaf karena telah menyebarkan video penganiayaan tersebut.

"Selamat malam komandan, senior, dan rekan-rekan. Terkhusus untuk Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial.

Karena pada saat mengupload video tersebut tidak berpikir dengan jernih dengan kejadian beredarnya video tersebut saya sangat menyesal," tuturnya Brigadir Sony.

Bahkan setelah dianiaya dirinya malah meminta maaf kepada AKBP Syaiful Anwar secara kekeluargaan.

"Saya membenarkan bahwa tidak melaksakan perintah pimpinan. Setelah kejadian tersebut saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan," tambahnya.

Brigadir Sony menyebutkan permohonan maafnya itu merupakan inisiatif sendiri.

"Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi, komandan, mohon izin saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih."

Sebelumnya viral sebuah video yang memperlihatkan Kapolres Nunukan menendang dan memukuli Brigadir Sony.

Kejadian berlangsung di acara puncak Hari Kesatuan Grerak Bhayangkari secara zoom meeting dengan Mabes Polri dan Polda Kaltara. Namun terjadi gangguan jaringan.

Pada saat itu Brigadir Sony bertugas di bagian IT tidak ada dan sulit dihubungi.

Insiden itu membuat Saiful marah sehingga memukuli Sony ketika bintara itu datang.

Rekaman video kemudian diunggah Sony di grup TIK Polda Kaltara sehingga menjadi viral.

Kapolres Tendang dan Pukul Anggota Saat Lagi Angkat Meja

Dalam video terekam seorang personel Polri yang tengah berdiri di dekat meja tiba-tiba dihajar oleh seorang diduga atasannya sampai terpelanting di sudut ruangan.

Personel Polri tersebut tampak kesakitan di sudut ruangan sambil memegang perut dan wajahnya yang sempat dipukul oleh atasannya.

Saat personel itu memegangi area perutnya yang sakit, atasannya kembali menghajar dengan menendang badannya hingga tercampak.

Seorang wanita mengenakan pakaian berwarna merah jambu diduga istri atasan lalu mendekat dan mengajaknya pergi.

Video itu pun menjadi viral di media sosial.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar dinonaktifkan dari jabatan akibat video viral penganiayaan terhadap anggotanya.

Tak hanya itu, Polda Kalimantan Utara juga membatalkan mutasi yang diterbitkan Syaiful Anwar kepada anggota yang dianiaya.

Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat.

Kombes Pol Budi Rachmat menyampaikan video viral Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar yang memukul seorang anggota, disebarkan oleh korban sendiri.

Menurut Kombes Pol Budi Rachmat, korban yang diketahui bernama SL dan berpangkat Brigadir tersebut, menjadi bulan-bulanan Kapolres Nunukan, lantaran abai menjalankan tugasnya sebagai bagian TIK dalam kegiatan HKGB pada Kamis lalu.

Ia melanjutkan, bahwa Brigadir SL mengambil rekaman video CCTV di Aula Polres Nunukan, yang merekam kejadian pemukulan Kapolres Nunukan terhadap dirinya.

Hal tersebut Ia sampaikan melalui rilis resminya, Selasa (26/10/2021).

"Rekaman CCTV diambil Brigadir SL dan disebarkan ke grup TIK Polda Kaltara dan letting Bintara," kata Kombes Pol Budi Rachmat.

Brigadir SL yang bertugas pada TIK, diketahui tidak ada di tempat saat terjadinya gangguan sinyal dan jaringan pada acara HKGB melalui zoom meeting.

Sehingga memicu emosi Kapolres Nunukan AKBP SA, dan diluapkan dengan pemukulan yang terekam pada CCTV Aula Polres Nunukan.

"Menurut keterangan Kapolres Nunukan hal itu dipicu oleh yang bersangkutan meninggalkan tempat dan sulit dihubungi saat terjadi gangguan sinyal dan jaringan," katanya.

"Kemudian saat Brigadir SL muncul di Aula, Kapolres Nunukan emosi dan memberikan pemukulan kepada Brigadir SL," tambahnya.

Kapolres Nunukan Di-Nonaktifkan dari Jabatannya

Kapolres Nunukan AKBP SA dan korban pemukulan Brigadir SA direncanakan diperiksa oleh Bidpropam Polda Kaltara pada Selasa ini.

Selama masa pemeriksaan, AKBP SA dinonaktifkan sementara sebagai Kapolres Nunukan.

Adapun Surat Mutasi Brigadir SA yang ditandatangai AKBP SA yang memuat mutasi Brigadir SL dari TIK Polres Nunukan ke Polsek Krayan Selatan pun juga dibatalkan.

Kepada awak media Kombes Pol Budi Rachmat menjelaskan peristiwa penganiayaan terjadi pada 21 Oktober 2021.

Dalam rekaman CCTV terlihat spanduk bertuliskan Bansos Akabri 1999.

Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan kejadian tersebut terjadi di Aula Polres Nunukan

Sekadar informasi, dugaan penganiayaan yang dilakukan AKBP Syaiful Anwar viral di sosial media melalui video berdurasi 43 detik.

Pada video itu, tampak polisi korban penganiayaan sedang mendorong meja tumpeng.

Tiba-tiba Kapolres datang melayangkan tendangan dan memukul korban sampai jatuh.

Pasca-kejadian ini Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar pun mendapat pemeriksaan oleh Kabid Propam Polda Kalimantan Utara.

Pihak Polda akan segera memaparkan kasus penganiayaan yang viral di media sosial ini.

Berita dilansir dari TribunKaltara.com

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved