Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Geografi Kelas 11: Mengenal Istilah Hiposentrum dan Episentrum Pada Gempa Bumi

Ketika terjadi bencana gempa bumi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sering mengeluarkan istilah hiposentrum dan episentrum.

Pixabay.com
Gempa bumi di Sulawesi Utara 

Materi Belajar Geografi Kelas 11: Mengenal Istilah Hiposentrum dan Episentrum Pada Gempa Bumi

TRIBUN-MEDAN.com - Pemberitaan gempa bumi setiap tahun muncul di Indonesia. Fenomena gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia akibat faktor geografis dan jumlah gunung api yang banyak. 

Gempa bumi dengan kekuatan tertinggi pernah terjadi di Aceh pada tahun 2004. 

Pada saat itu, kekuatan gempa di Aceh yang disusul pasang air laut hampir mencapai 9 skala richter.   

Lalu, pada 2018 gempa bumi yang cukup kuat juga terjadi di Palu.

Ketika terjadi bencana gempa bumi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sering mengeluarkan istilah hiposentrum dan episentrum.

Apa pengertian hiposentrum dan episentrum?

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 8: 3 Alat Pernapasan Pada Tumbuhan

Baca juga: Materi Belajar Matematika Kelas 9: Cara Menghitung Luas Permukaan dan Volume Kerucut

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh bergeraknya atau berpindahnya suatu permukaan bumi akibat kekuatan-kekuatan yang berasal dari dalam bumi.

Gempa bumi dapat ditemui sebagai akibat dari aktivitas vulkanik (gempa vulkanik), aktivitas tektonisme (gempa tektonik) dan bisa juga akibat reruntuhan gua atau bukit kapur, atau runtuhan gletser (gempa terban).

Ada beberapa istilah yang bisa kita dengar atau temukan jika terjadi suatu bencana khususnya gempa bumi, sehingga bisa mengetahui dari mana sumber/ lokasi gempa antara lain Hiposentrum dan Episentrum.

Hiposentrum

Hiposentrum adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu sumber gempa pada permukaan bumi.

Hiposentrum tersebut dibagi menjadi dua berdasarkan perbedaan penyebab.

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Proses Terjadinya Pelangi dan 8 Jenis Pelangi

Baca juga: Materi Belajar Fisika Kelas 7: Rumus Mengubah Celcius ke Kelvin dengan Cepat dan Mudah

Jika gempa disebabkan oleh patahan kerak bumi, maka disebut sebagai hiposentrum garis, apabila gempa disebabkan oleh gunung berapi atau tanah longsor maka disebut sebagai hiposentrum titik.

Gempa dapat dibedakan menjadi tiga tipe berdasarkan kedalaman hiposentrumnya antara lain :

Gempa dangkal (kedalaman hiposentrum < 100 km)

Gempa menengah (kedalaman hiposentrum 100-300 km)

Gempa dalam ( kedalaman hiposentrum > 300 km)

Episentrum

Episentrum adalah suatu garis atau titik di suatu permukaan bumi yan tegak lurus dengan hiposentrum.

Posisi episentrum selalu berada di atas hiposentrum.

Episentum berbentuk garis disebut sebagai gempa linier dan episentrum berbentuk titik disebut sebagai gempa sentral.

Gempa dapat dibedakan menjadi tiga tipe berdasarkan jarak dari episentrumnya, antara lain :

Gempa lokal (jarak dari episentrum < 10.000 km)

Gempa jauh (jarak dari ep[isentrum sekitar 10.000 km)

Gempa sangat jauh (jarak dari episentrum 10.000 km)

Demikian penjelasan tentang istilah hiposentrum dan episentrum yang digunakan BMKG

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Ekonomi Kelas 11: Penjelasan Tentang Dua Jenis Inflasi

Baca juga: Materi Belajar Geografi Kelas 7: Macam-macam Gunung Api Berdasarkan Bentuk serta Contohnya

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved