Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar IPA: Berikut Jawaban Lengkap Kenapa Air Laut Asin

Setiap bagian lautan terasa asin meski kadar asinnya berbeda-beda. Salah satu alasan para ahli kelautan gemar menggunakan salinitas

KOMPAS.COM / KRISTIANTO PURNOMO
Pulau Setan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). Pulau Setan berada di kawasan Taman Laut Mandeh. 

3. Hipersalina
Laut Mati mengandung perairan hipersalina karena kandungan garam yang sangat banyak  disebabkan oleh proses evaporasi inekuilebrial sehingga manusia mudah mengapung di permukaan Laut Mati.

Pada laut mati terdapat juga berbagai jenis air di antara yang asin dengan yang tawar, yaitu yang berada di kawasan antara laut dan sungai yaitu air payau. Saat ini, rata-rata setiap 1 kilogram air laut mengandung 35 gram garam.

Keasinan samudera di Bumi juga berbeda-beda, air samudera yang paling asing adalah samudera Atlantik, karena lebih banyak terjadi penguapan dibanding jatuhan air hujan dan aliran sungai yang bermuara padanya.

Namun demikian variasi tingkat keasinan setiap samudera sangatlah kecil, namun memiliki dampak terhadap sirkulasi arus laut. Maka ternyata awalnya lautan memang agak asin dan air dari sungai-sungai malah terus membuat air laut semakin asin. Peneliti tidak tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah air laut bertambah asin atau malah sebaliknya.

 
5 Proses Penyebab Air Laut Asin

1. Tingkat Suhu
Tingkatan suhu setiap daerah berbeda-beda. Laut mati di Israel misalnya, air laut disana 30 persen lebih asin jika dibandingkan air laut lainnya, dengan suhu yang sangat panas, proses penguapannya kemudian menjadi lebih besar sehingga mengakibatkan tingkat keasinan air laut yang sangat tinggi.

Begitu juga sebaliknya, Ketika suhu udara dingin, air lautnya tidak begitu asin, sebagai contoh di Negara Finlandia. Air lautnya tidak asin sehingga tidak akan menyebabkan mata perih Ketika berenang.

Baca juga: Materi Belajar PPKn: Jenis-jenis Tindakan yang Mendukung Wujud Demokrasi

Baca juga: Materi Belajar IPA: Tahukah Tentang Fenomena Gunung Bernapas? Ini Penjelasan Ahli Geologi

2. Curah Hujan
Hujan sebagai proses yang paling dasar mengapa air laut asin. Ketika air meresap ke tanah, kemudian mengalir di sungai-sungai, dan melewati bebatuan, kandungan mineral garamnya kemudian akan terbawa oleh arus air menuju laut.

Sehingga, kandungan mineral tersebut akan terkonsentrasi di lautan. Meskipun sebenarnya air daratan yang dihasilkan dari proses hujan pun mengandung garam, hanya saja dalam jumlah yang sangat sedikit.

3. Ventilasi Hidrotermal
Dasar laut pun ternyata juga memiliki berbagai proses dan tahapan yang mendukung sifat dan cara kerja laut. Alasan lainnya mengapa air laut asin diantaranya ventilasi hydrothermal, suatu proses dasar laut di mana terjadi semburan-semburan air dengan suhu panas yang sangat tinggi.

Selain itu, proses vulkanisme juga merupakan penyebab air laut asin. Dengan proses ini air kemudian melarutkan banyak kandungan mineral.

 4. Salinitas Setiap Daerah Berbeda-beda
Salinitas atau tingkat keasinan (kandungan garam) yang larut dalam air juga mempengaruhi kadar keasinan air laut di suatu tempat. Namun setiap lautan tentunya memiliki salinitas yang berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi oleh suhu di daerah tersebut.

5. Penguapan
Suhu di suatu daerah tak hanya mempengaruhi kadar asinnya air laut, namun proses penguapan pun memengaruhi. Sebagai contoh, laut mati di Israel dengan rasa asin 30% lebih tinggi dari laut lain, artinya proses penguapannya yang terjadi pun lebih besar.

Karenanya air laut memiliki rasa yang asin. Sebab kadar garam yang ada di daratan pun terbawa arus aliran air yang menuju laut dan terkonsentrasi di lautan. Sehingga menyebabkan air laut terasa asin.

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved