Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPA: Proses Terjadinya Hujan Mulai Evaporasi, Kondensasi, hingga Presipitasi
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat.
Biasanya, daerah resapan air tersedia di hutan-hutan dengan kondisi vegetasi yang masih rapat.
Pohon-pohon yang ada di hutan mampu menguatkan struktur tanah sehingga ketika hujan turun air tidak langsung hanyut begitu saja.
Air akan terserap dan tersimpan di dalam tanah.
Dengan demikian, air yang tersimpan akan menjadi air tanah.
Peran tumbuhan pun sangat penting untuk memudahkan penyerapan air ke tanah, terutama pada bagian akar tumbuhan.
Baca juga: Materi Belajar Geografi Kelas 11: Tujuh Upaya Dalam Melestarikan Fauna
Baca juga: Materi Belajar IPS Kelas 7: Macam-macam Pasar Berdasarkan Wujud dan Barang Dagangan
Air dan akar di dalam tanah mampu membuat struktur tanah menjadi kokoh dan tidak mudah longsor.
Namun demikian, turunnya air hujan tidak sesederhana air yang turun dari langit.
Terjadinya hujan melewati beberapa proses siklus air.
Secara umum, tahapan terjadinya hujan dibagi menjadi tiga, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
1. Evaporasi
Tahapan pertama yang dilalui adalah evaporasi, yaitu proses penguapan air.
Panasnya suhu bumi dari matahari akan membuat air sungai, danau, dan laut menguap menjadi butiran atau uap air.
Uap air tersebut akan naik ke atmosfer, lantas menggumpal menjadi awan.
Apabila suhu udara semakin panas maka semakin banyak pula air yang akan menguap ke udara.
Hal itu akan menyebabkan terjadinya hujan semakin deras.
Coba perhatikan saat kamu tak sengaja menumpahkan segelas air di suatu tempat, misalnya, di lantai atau di jalanan. Dalam beberapa jam, air tersebut akan hilang. Bagaimana bisa? Ya, hal itu dapat terjadi karena air yang tumpah tersebut telah mengalami proses penguapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/18012021_banjir_medan_danil_siregar-1.jpg)