Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPA: Proses Pembentukan Urine Pada Pecernaan Manusia
Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula urine yang akan dihasilkan oleh tubuh.
Urine primer yang meninggalkan kapsul bowman menuju ke tubulus melewati jaringan pembuluh kapiler dan mengalami reabsorpsi.
Penyerapan kembali cairan tersebut dilakukan di tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul.
Dalam tubulus kontortus proksimal, urine primer mengalami reabsorpsi yang terdiri atas penyerapan air, gula (hingga 80%), asam amino, garam, ion Na-, CCl-, PO4 3-, K+, Ca2+, SO42-, HCO3, zat keartin, dan asam askorbat. Hasilnya berupa urine sekunder (filtrat tubulus).
Pada umumnya, seluruh glukosa akan diserap kembali. Namun, ini tidak berlaku bagi para penyandang diabetes karena glukosa yang berlebih akan tetap dalam filtrat.
Natrium dan ion-ion lainnya akan diserap kembali secara tidak lengkap dan tertinggal dalam filtrat dalam jumlah yang besar.
Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang berlebihan, sehingga menghasilkan konsentrasi darah yang lebih tinggi.
Hormon mengatur proses transpor aktif, yaitu ion seperti natrium dan osfor, lalu diserap kembali.
3. Augmentasi (Penambahan zat-zat sisa)
Augmentasi adalah proses penambahan ion K+, senyawa NH3, dan ion H+ pada urine sekunder di dalam tubulus kontortus distal.
Melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam urine sekunder, selanjutnya terbentuklah urine sesungguhnya.
Urine ini selanjutnya dimasukkan ke dalam tubulus kolektivus (tubulus pengumpul). Selanjutnya, urine dialirkan melalui perlvis renalis, ureter, dan ditampung dalam kantong kemih (vesika urinaria).
Kantong kemih dapat menampung kurang lebih 600 ml urine, jika kandung kemih sudah mengandung urine yang cukup, dinding kandung kemih menjadi tertekan.
Tekanan inilah yang menyebabkan rasa ingin buang air kecil. Selanutnya urine dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.
Banyak atau sedikitnya jumlah urine yang dikeluarkan dipengaruhi oleh air yang diminum, suhu lingkungan, kadar garam didalam darah, dan hormon ADH (Antidiuretika atau Vasoprelin).
Skema pembentukan urine secara garis besar:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/proses-pembentukan-urine.jpg)