Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Bahasa Indonesia: Penjelasan Teks Puisi

Puisi adalah sebuah karya sastra yang menyampaikan melalui irama, lirik, rima, dan ritme.

Ilustrasi
Pengenalan Pengertian dan Jenis-jenis Majas 

TRIBUN-MEDAN.com – Puisi bagian dari kesenian dengan media bahasa. 

Puisi identik dengan rangkain kata indah menjadi larik yang menyiratkan makna. 

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang dapat dikaji dari bermacam-macam aspek.

Puisi juga dapat dikaji dari struktur  dan unsur-unsurnya.

Berkembangnya puisi sebagai hasil karya sastra, juga berkembang dari zaman ke zaman.

Puisi adalah sebuah karya sastra yang diungkapkan penulis untuk menyampaikan isi hati melalui irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap baris puisi tersebut.

Pengertian Puisi

Puisi merupakan bagian dari sebuah genre sastra yang dikemas dalam setiap bahasa imajinatif serta disusun dengan kata yang penuh makna, karya sastra puisi memiliki nilai estetika tersendiri.

Puisi disusun dengan kata-kata indah bertujuan untuk membangun makna yang berbeda, atau bisa dikatakan sebagai pengganti makna asli dalam sebuah kata. 

Di dalam puisi terdapat ekspresi perasaan dan pemikiran penulis yang diuraikan ke bentuk tulisan secara estetik untuk dibacakan di depan khalayak.

Jenis-jenis Puisi

Puisi memiliki beberapa jenis, antara lain sebagai berikut :

1. Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi sejak abad ke 20.  Puisi lama juga digabungkan sesuai aturan dari segi jumlah baris dan rima. Puisi lama ini terbagi menjadi beberapa bagian, seperti :

(1)  Pantun

Pantun adalah salah satu genre sastra melayu asli yang sudah ada sejak lama di budaya masyarakat. Pantun terdiri dari beberapa bait, biasanya empat baris yang memiliki sajak ab-ab.

(2)  Gurindam

Gurindam adalah jenis puisi yang memiliki perpaduan antara sajak dan pribahasa. Jumlah baris pada gurindam hanya terdiri dari dua baris yang didalamnya mencakup rima.

Setiap baris dalam  satu bait pada gurindam bertujuan untuk menunjukkan sebab dan akibat dan berisi nasihat.

(3)  Mantra

Mantra merupakan sebuah sajak yang berisi ucapan yang dianggap memiliki suatu kekuatan gaib.

Mantra juga dikatakan sebagai bunyi, kata, atau kalimat secara spiritual dengan pemilihan kata yang terkandung tenaga gaib sehingga menjadi kepercayaan manusia.

(4)  Syair

Syair merupakan jenis puisi lama yang berasal dari Arab.

Mempunyai ciri-ciri tiap baitnya terdiri empat baris dan sajaknya a-a-a-a mencakup sebuah cerita atau nasihat.

Baca juga: Materi Belajar PPKn Kelas 11: Pengerti HAM Menurut Undang-undang dan Para Ahli

Baca juga: Materi Belajar SMA: Cara Memberi Nasihat dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimatnya

(5)  Talibun

Talibun merupakan bagian dari puisi lama yang memiliki baris lebih dari empat dengan rima abc-abc.

Talibun juga disebut seperti pantun, karena tiap baitnya terdapat bagian sampiran dan isi.

Puisi Baru

Puisi baru merupakan puisi yang tidak terikat pada aturan jumlah baris dan rima.

Puisi ini bisa dikatakan sebagai puisi modern karena mengikuti perkembangan zaman.

Puisi Baru

Jenis puisi ini dibentuk lebih bebas daripada puisi lama.

Puisi baru ini terbagi menjadi beberapa bagian, seperti :

(a)  Balada

Balada adalah jenis puisi baru yang berisikan kisah atau cerita. Balada juga memiliki sajak yang mengisahkan cerita rakyat dari kehidupan manusia yang spesifik. Balada terdiri dari tiga bait dan delapan larik dan memliki sajak yang dapat berubah-ubah.

(b)  Himne

Himne adalah puisi yang digunakan untuk memuja Tuhan dan pahlawan yang bertujuan untuk memuliakan. Himne juga dikatakan sebagai salah satu cara untuk mendoakan dan memberikan rasa syukur yang disampaikan dalam bentuk nyanyian.

(c)  Epigram

Epigram adalah puisi yang mengandung ajaran dalam menjalani hidup. Epigram memiliki unsur nasihat yang mengarah kepada kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup.

Epigram juga termasuk ke dalam syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan dan peristiwa yang dibuat secara menarik.

(d)  Elegi

Elegi merupakan puisi yang berisi tentang kesedihan, yang diungkapkan dari pemikiran seseorang, dan tidak mencakup rima atau struktur.

(e)  Satire

Satire merupakan puisi yang isinya berupa sindiran, sesuai keadaan dan merujuk kepada seseorang.

Satire diungkapkan secara bervariasi sehingga menghasilkan kesan bagi pembaca agar pembaca bisa tertawa.

(f)  Romansa

Romansa merupakan puisi cerita yang diungkapkan dengan perasaan kasih sayang, puisi ini berkesan romantis pada saat dibacakan.

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 7: Fungsi dan Ciri Surat Dinas

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Jenis-jenis Kata dan Contohnya

Romansa biasanya berisi tentang percintaan yang pernah terjadi.

Romansa lahir dari pengalaman pengarang terhadap orang disekitarnya yang sedang menjalin hubungan asmara.

Unsur-unsur Puisi

Unsur-unsur pembangun puisi adalah unsure yang didalamnya membentuk puisi itu sendiri sehingga bisa menjadi sebuah puisi. Puisi terdiri dari empat bagian, yakni :

(1)  Diksi

Diksi adalah pemilihan kata, seorang penyair akan akan memikirkan makna, komposisi bunyi, rima, dan irama sebelum membuat sebuah puisi.

Diksi bertujuan untuk membuat puisi itu menjadi menarik.

(2)  Rima atau Irama

Rima dikatakan sebagai persajakan, yang mencakup bunyi-bunyi dan ditimbulkan oleh huruf atau kata dalam setiap larik dan bait atau bunyi dalam puisi.

Sedangkan irama dikatakan sebagai ritme, yang mencakup tinggi rendahnya, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi.

(3)  Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan yang memiliki makna kiasan.

Majas juga salah satu gaya bahasa untuk menghasilkan suasana dalam sebuah kalimat agar kalimat tersebut semakin hidup.

Majas merupakan bahasa kiasan yang tujuannya untuk menyampaikan arti yang disebut oleh pengarang puisi tersebut.

(4)  Citraan atau Imajinasi

Citraan adalah sarana untuk menimbulkan kepuitisan yang digunakan penyair. Bertujuan untuk memperkuat pemikiran dan perasaan pembaca.

Citraan dapat dirasakan oleh pancaindera, dan citraan berhubungan dengan imajinasi. Karena citraan memerlukan daya imajinasi yang kuat atas objek yang diterangkan didalam puisi.

Imajinasi bisa dikatakan sebagai halusinasi atau angan-angan yang ada didalam pikiran manusia, berdasarkan kenyataan atau pengalaman seeorang.

(mag4/tribun-medan.com)

Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Mengenal Bentuk-bentuk Energi

Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Tokoh-tokoh Perumus UUD 1945, Siapa Saja?

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved