Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Biologi: Pengenalan Sistem Ekskresi Pada Organ Tubuh Manusia dan Penyakitnya

Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak terpakai oleh tubuh.

Ist
Sistem ekskresi yang terdapat pada tubuh manusia 

Kulit memiliki kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk cairan (keringat). Lapisan jaringan penyusun kulit, yaitu:

1. Epidermis (Kutikula)

Epidermis merupakan lapisan terluar kulit. Struktur penyusun Epidermis, yaitu:

  • Stratum korneum disebut juga dengan lapisan zat tanduk. Lapisan terluar ini biasanya tersusun dari kulit mati.

  • Stratum lusidum.

  • Stratum granulosum, lapisan terbawah dari epidermis yang mengandung melanin. Melanin merupakan lapisan penghasil pigmen warna kulit.

  • Stratum germinativum, lapisan yang aktif membelah yang membentuk sel-sel kulit.

2. Dermis

Terdapat dua lapisan penyusun dermis, yaitu stratum papilar dan stratum retikularis. Kedua lapisan ini tersusun dari serabut-serabut kolagen yang berfungsi untuk membuat kulit lebih kuat dan kencang; serabut elastis yang berfungsi untuk memberikan kelenturan pada kulit; dan serabut retikulus yang berfungsi untuk membuat folikel rambut tetap kuat.

Pada dermis terdapat kelenjar keringat yang berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral yang berlebihan dalam tubuh dan dikeluarkan melalui pori-pori kulit dalam bentuk cairan (keringat). Keringat yang dikeluarkan dapat membantu untuk membuat suhu tubuh tetap stabil.

Selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga merupakan alat ekskresi karena dapat menyekresikan karbon dioksida dan air. Karbon dioksida dan air hasil metabolisme di jaringan diangkut oleh darah melewati vena untuk dibawa ke jantung, dari jantung darah akan dipompa ke paru-paru.

Selanjutnya, H2O dan CO2 berdifusi atau dieksresikan ke alveolus paru-paru dan dikeluarkan dari tubuh pada saat ekspirasi.

Hati

Hati mengeksresikan sisa metabolisme dalam bentuk empedu. Empedu berfungsi untuk mengemulsifikasi lemak agar mudah dicerna.

Selain itu, hati juga berfungsi untuk menetralisir sisa metabolisme protein menjadi urea (dibuang bersama urin) dan merombak hemoglobin menjadi urobilin yang memberi warna kekuningan pada feses.

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Cara Penulisan Kalimat Efektif dan Contohnya

Baca juga: Materi Belajar Sosiologi, Penyebab Sikap Etnosentris dan Dampak Negatif dan Positif

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved