Hanya Karena Tren TikTok, Seorang Siswa Tampar dan Hajar Guru Disabilitas Hingga Masuk Rumah Sakit
Seorang guru berusia 64 tahun baru-baru ini dirawat di rumah sakit setelah penyerangan yang dilakukan oleh seorang siswi berusia 18 tahun.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang guru berusia 64 tahun baru-baru ini dirawat di rumah sakit setelah penyerangan yang dilakukan oleh seorang siswi berusia 18 tahun.
Peristiwa ini terjadi di Amerika Serikat.
Menurut Dailymail, seorang guru berusia 64 tahun dengan disabilitas ditampar di wajahnya oleh seorang siswa perempuan berusia 18 tahun.
Ia diserang sedemikian rupa sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Baca juga: Remaja 12 Tahun Alami Mati Otak Usai Cekik Diri Sendiri Karena Ikut Tren TikTok Blackout Challenge
Baca juga: Bocah 6 Tahun Terpaksa Operasi Usus Karena Tiru Challenge di TikTok, Kok Bisa?
Polisi telah meluncurkan penyelidikan dan mencurigai bahwa tindakan gadis itu adalah bagian dari tantangan menampar guru yang sedang viral di aplikasi TikTok.
Video serangan ini diposting di TikTok pada 6 Oktober.
Seorang guru bahasa Inggris dengan disabilitas, 64 tahun, sedang membaca dokumen di mejanya di kelas ketika seorang siswa perempuan bernama Larianna Jackson, 18 tahun, tiba-tiba mendekat.
Setelah itu, Larianna tiba-tiba mendekati wajah guru tersebut, berulang kali menampar dan menyerangnya hingga menyebabkan guru tersebut tergeletak di lantai dan terjatuh dari kursinya.
Dalam video tersebut, suara sorakan beberapa siswa lain terdengar jelas, seolah-olah mereka tahu serangan itu akan terjadi.
Peristiwa itu terjadi di sebuah sekolah menengah di Covington, Louisiana, Amerika Serikat.
Polisi mengatakan, guru tersebut terluka dan harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan.
Segera setelah itu, Larianna ditangkap dan didakwa menyerang guru tersebut.
Saat ini, gadis tersebut ditahan di Penjara Paroki St Tammany hingga persidangannya.
Polisi menduga ini adalah tren tantangan di TikTok, di mana para pengguna TikTok saling meniru tindakan dan kemudian mempostinganya di TikTok untuk menyombongkan diri.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kepolisian Covington mengatakan, pihaknya ingin mengingatkan semua orang bahwa siapa pun yang berpartisipasi dalam tantangan semacam itu akan dianggap melanggar hukum.
Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Tiktok, 1 Akun Bisa Dapat Rp 54.000
Baca juga: Kehadirannya di TV Ramai Boikot, Saipul Jamil Kini Jadi TikTokers, Followersnya Sudah Ratusan Ribu
Dalam postingan ini, pihaknya juga mengatakan video tersebut menjadi viral di internet.
“Masalah ini masih dalam penyelidikan dan lebih banyak penangkapan akan dilakukan.”
Kemudian, pihak TikTok angkat bicara di halaman Twitter resmi mereka untuk mengumumkan bahwa tidak ada tren seperti itu di aplikasi mereka.
“Tindakan menampar guru adalah penghinaan terhadap pendidikan di mana-mana. Dan meskipun itu bukan tren TikTok, jika itu muncul, konten itu akan dihapus.”
Meski begitu, masih ada beberapa video terkait perilaku menampar guru yang tersebar di TikTok.
Bahkan sebelum itu, pada September 2021, anak muda Amerika muncul dalam tren mencuri perlengkapan sekolah dan mempostinganya di TikTok dengan tagar #deviouslicks.
Banyak siswa yang mengikuti tren ini dengan mencuri barang-barang seperti botol sabun, cermin kamar mandi, alarm kebakaran atau meja guru.
Bahkan ada juga pecahan batu bata di lantai atau rumput dari lapangan sepak bola.
Oleh karena itu, banyak institusi pendidikan yang harus mengawasi, bahkan menutup toilet untuk mencegah vandalisme.
TikTok kemudian harus menghapus tagar #deviouslicks dari platformnya.
Tampaknya TikTok juga dengan cepat menghapus video terkait tantangan menampar guru karena tidak lagi muncul saat dicari.
(Yui/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hanya-karena-tren-tiktok-seorang-siswa-tampar-dan-hajar-guru-disabilitas-hingga-masuk-rumah-sakit.jpg)