Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Pahami Jenis-Jenis Pidato Sebelum Mengikuti Perlombaan

Pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum atau orang banyak dengan tujuan menyampaikan pendapat.

Illustrasi
Ilustrasi pidato 

Ada juga yang berpidato sekedar untuk memberi informasi atau pengajaran.

Pidato juga bisa bersifat menghibur sehingga orang yang mendengarnya senang dan puas dengan pendapat yang kita sampaikan.

Jenis-jenis Pidato yang Sering Dilakukan

Mempersiapkan pidato tidak terbatas pada pembuatan naskah dan gagasan yang hendak disampaikan.

Justru, penyampaian pidato yang baik juga memperhatikan gaya bahasa, penampilan, ekspresi, bahkan jenis pidato yang kita bawakan.

Lagipula, tujuan berpidato adalah agar khalayak mau mendengar gagasan kita sehingga harus membawa kesan yang positif saat berpidato.

Berdasarkan cara penyampaiannya, ada empat jenis pidato yang bisa kamu praktikkan dan pelajari, yaitu:

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Mengenal Lapisan Bumi Berdasarkan Lapisan dan Susunan Kimianya

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Gunung Api, Pengertian dan Macamnya

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 8: 5 Organ Penting Pada Tumbuhan Serta Fungsinya

1. Pidato Impromtu

Pidato impromtu adalah pidato yang dilakukan secara spontan dan tiba-tiba.

Biasanya, pidato ini dilakukan apabila sang orator mendadak diminta untuk berbicara tanpa adanya persiapan sama sekali.

Orator bahkan tidak memegang skrip sama sekali untuk memandunya saat berpidato.

Kelebihan pidato impromtu adalah, orator bisa mengungkapkan gagasan dan pendapatnya secara spontan sehingga suasana bisa lebih hidup.

Namun, ada kekurangannya, yaitu orator bisa saja menyampaikan gagasan yang terkesan ‘mentah’ karena tidak adanya riset sebagai persiapannya.

2. Pidato Manuskrip

Jenis pidato ini disebut pula dengan pidato naskah karena sang orator berbicara berdasarkan naskah yang telah disusunnya dari awal hingga akhir.

Bisa dikatakan sang orator ini “membacakan pidato” dalam naskahnya.

Pidato manuskrip ini harus dilakukan apabila sang orator ingin mengurangi kesalahan yang mungkin timbul saat berbicara.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved