Teh Serai Bersiap Go Internasional, Ramuan Tradisional Dikemas Modern
eh Serai bubuk yang penggunaannya secara tradisional melalui perebusan serta Habbatusauda celup yang mengandung jintan hitam.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Serai merupakan tanaman dengan habitus terna perenial yang tergolong suku rumput-rumputan. Serai biasanya digunakan sebagai bambu dapur yang menghasilkan aroma sedap untuk masakan serta menjadi tanaman obat di pekarangan rumah.
Dari berbagai manfaat dan kegunaan daun serai tersebut, Syahrial Efendi Sitorus mendapatkan inovasi untuk menjadikan daun serai menjadi teh serai yang praktis dan sederhana dalam penyeduhan.
"Awalnya memulai teh serai ini karena melihat kebutuhan masyarakat mengenai serai ini banyak diminati dan selama ini serai digunakan di dapur secara tradisional, jadi saya ingin membuat berbeda dan simpel," tuturnya.
Berangkat dari hal itulah yang menjadi awal mula perjalanan Syahrial dan menjadikan minumannya dikenal dengan nama Teh Serai Dua Saudara.
Syahrial juga menyampaikan teh serai ini mengandung minyak yang baik untuk kesehatan.
Baca juga: Resep Daging Bumbu Serai dan Cara Membuatnya, Cukup Dengan Sedikit Bahan bisa Membuat Menu lezat ini
Sehingga untuk melarutkan teh serai yang telah diolah di dalam kantong, penikmat harus melarutkannya dengan menggunakan air panas.
Adapun Teh Serai Dua Saudara yang dihadirkan dan siap untuk diekspor ini telah mendapat sertifikat halal MUI, izin Depkes, BQ, serta dikemas dengan packaging yang aman dan menarik.
Perlu diketahui, Teh Serai Dua Saudara ini merupakan teh serai pertama kali yang dihadirkan di Sumatera Utara. Sehingga tidak heran, Teh Serai ini telah melekat dan digemari masyarakat luas.
Syahrial pun menjelaskan ada berbagai varian kantong celup yang ia hadirkan yaitu Teh Serai dengan brand Tealand yang dipersiapkan untuk dieskpor ke luar negeri.
Teh Serai Dua Saudara yang dipersiapkan untuk dalam negeri.
Teh Serai bubuk yang penggunaannya secara tradisional melalui perebusan serta Habbatusauda celup yang mengandung jintan hitam.
"Sebenarnya tidak ada perbedaan antara perbedaan untuk ekspor dan dalam negeri, keduanya sama-sama berkualitas dan isinya juga sama, " tuturnya.
Untuk harga yang dibanderol juga cukup terjangkau, Syahrial memulai harga dari Rp 20 ribu saja untuk setiap kemasannya. Teh Serai ini bertahan mampu hingga 1 tahun sejak diproduksi.
Syahrial yang merupakan pemilik usaha Teh Serai merupakan binaan dari Dinas Koperasi Deliserdang, berasal dari Desa Purwodadi.
Simpel dan Mudah Diseduh
Syahrial Efendi Sitorus mulai membuat minuman teh campuran serai pada awal 2017. Saat itu ia memproduksinya secara manual.
"Memproduksinya secara manual juga ada begitu banyak yang gagal, sampai bisa menjadi produk sempurna seperti saat ini, " ujarnya.
Ia mengatakan, Teh Serai ini ia hadirkan sebagai minuman keseharian dan bermanfaat bagi banyak orang, murni serai dan tidak mengandung bahan-bahan lainnya.
"Jadi Teh Serai ini pure (murni) hanya serai di dalamnya tanpa campuran apa-apa, dan memang kalau yang sudah diolah seperti ini jauh sangat lebih enak dibanding yang digeprek," tuturnya.
Lalu ia pun memulai inovasi baru lagi untuk membuat Teh Serai ini lebih mudah melekat di hati penikmatnya.
Syahrial akhirnya membuat bentuk teh yang simpel dan dikemas seperti teh celup sehingga mudah untuk diseduh dimana saja seperti teh celup pada umumnya.
"Lalu terpikir membuat bagaimana supaya simpel dan terpikirlah menjadi teh. Jadi teh ini murni dari serai dan kata teh itu mendekatkan bahasa supaya diingat sehingga dikemas seperti teh celup dan juga mudah untuk diseduh," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/serai-teh.jpg)