Warung Kopi Pasir, Tawarkan Sensasi Minum Kopi Khas Turki di Medan Hanya dengan Rp 15 Ribu

Sensasi kopi pasir memiliki rasa yang khas. Proses penyeduhan dengan pasir mempengaruhi kekuatan rasa seduhan kopi. 

Editor: Ayu Prasandi
HO
Salah satu menu kopi yang ada di Warung Kopi Pasir khas Turki 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bagi pencinta kopi, menghabiskan waktu sambil menikmati kopi bersama teman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. 

Tak hanya soal minuman dan citarasa, ngopi sudah menjadi gaya hidup yang juga dapat mempererat hubungan antar teman dan keluarga. 

Kali ini, ada warung kopi unik yang letaknya di Kota Medan.

Suasana malam di Warung Kopi Pasir khas Turki di Jalan Rakyat, Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan
Suasana malam di Warung Kopi Pasir khas Turki di Jalan Rakyat, Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan (HO)

Warung Kopi Pasir, yang menyajikan menu Kopi Pasir ala Turki. Warung kopi ini terletak di Jalan Rakyat, Nomor 210, Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan. 

Berbeda dengan teknik seduhan kopi yang sudah familiar di kalangan pencinta kopi seperti V60, Tubruk, French Press atau Vietnam Drip, Kopi Pasir termasuk list seduhan yang patut dicoba. 

Baca juga: Buah Naga Bisa Jadi Solusi Kecantikan Wanita, Bisa Hilangkan Jerawat hingga Mencegah Penuaan Dini

Teknik penyeduhan kopi menggunakan pasir yang dipanaskan merupakan metode sajian kopi tradisional asal negara Turki.

Hingga sekarang di beberapa tempat sudut kota di Turki menyeduh kopi lebih menarik dengan metode tradisional ini.

Sajian kopi pasir ala Turki dibuat dengan memasukkan bubuk kopi ke dalam coffee pot kecil (cezve) kemudian dipanaskan bersamaan air seduhan di kompor.

Bubuk kopi akan dimasak bersamaan air yang dimasukkan ke dalam coffee pot hingga bergelembung, maknanya sajian kopi Turki siap untuk dinikmati.

Warung Kopi Pasir di Jalan Rakyat Medan Perjuangan ini sendiri baru berdiri sekitar dua bulan yang lalu.

Suasana outdoor dan indoor bisa dirasakan di warung kopi ini dengan proses penyeduhan kopi pasir yang berada di luar dan bisa disaksikan oleh seluruh pengunjung. 

Pemilik warung kopi pasir, Bobby Hadinatha mengatakan sensasi kopi pasir memiliki rasa yang khas.

Proses penyeduhan dengan pasir mempengaruhi kekuatan rasa seduhan kopi. 

“Soal rasa, sensasi asam dan pahit kopi terasa lebih khas, dan aromanya pun lebih kuat,” katanya. 

Baca juga: Punya Janji dengan Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto Terpaksa Tolak 4 Tawaran Adegan Syur Sama Cewek Hot

Salah satu menu kopi yang ada di Warung Kopi Pasir khas Turki
Salah satu menu kopi yang ada di Warung Kopi Pasir khas Turki (HO)

Bobby mengaku, terinspirasi membuka warung kopi khas Turki ini setelah mencoba kopi pasir di luar Kota Medan.

Saat itu dia merasa, cita rasa kopi pasir ini begitu unik dan sangat jarang di Kota Medan.

"Saya rasakan taste nya berbeda dengan kopi yang lain, patut dicoba khususnya bagi pencinta kopi," tuturnya. 

Selain itu, Bobby juga mengaku selama ini sajian kopi yang ada di kafe-kafe masih terbatas pada jenis-jenis kopi yang mainstream saja. 

”Saya lihat kopinya sama semua dengan kopi-kopi lain, ada Espreso, Americano dan lainnya. Saya juga lihat-lihat berita-berita dan referensi di internet, kok negara Turki itu punya kopi yang berbeda. Dari situ saya berkeinginan membuka warung kopi pasir khas Turki ini,” ungkapnya. 

Demi menjaga cita rasanya, Boby sengaja mendatangkan peralatan masaknya dari Turki.

Selain itu, teknik menyeduh kopi menggunakan pasir yang sangat panas ini menambah asyik suasana di warung miliknya, sehingga pengunjung seperti menikmati kopi langsung di Turki.

Tak heran, warung kopi pasir milik Bobby ini banyak digandrungi kaum muda-mudi, apalagi pada saat malam hari.

Baca juga: Sumatera Utara Menyiapkan 300 Hektar untuk Sport Center PON XXI

“Saya minum kopi ini tanpa gula, rasa asamnya ada. Setelah pakai gula, rasa asamnya tetap ada cuma tidak begitu terasa. Pokoknya nikmatlah,” kata Ari Irsyad, seorang penikmat kopi.

Di Warung Kopi Pasir Khas Turki ini, anda tak hanya bisa menikmati seduhan kopi namun juga makanan berat seperti Nasi Goreng Telur dan Indomie Kuah dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp 10 ribu saja. 

Selain itu, ada juga kopi hitam dan teh manis dingin seharga Rp 5 ribu. Menu andalan yakni Kopi Pasir dibanderol seharga Rp 15 ribu. 

(cr14/tribun-medan.com)  

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved