Waktu Beraksi Sangar Kali, Begitu Ditangkap Preman di Martubung Letoy Langsung Minta Maaf

Preman yang memalak pedagang buah jeruk akhirnya diamankan. Kemudian meminta maaf pada korban yang dipalak

Editor: Array A Argus
HO
Hendro, perman yang memalak pedagang jeruk 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Hendro, preman yang memalak pedagang buah jeruk di Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan akhirnya ditangkap.

Pria berusia 40 tahun ini dibekuk petugas Polsek Medan Labuhan tak jauh dari lokasi pemalakan.

Usai ditangkap, polisi meminta pelaku agar memohon maaf pada korbannya Dwi (26) warga Jalan Selebes, Gang 2 Titi Panjang, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan.

"Setelah diamankan, pelaku kemudian meminta maaf kepada korbannya," kata Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, Kamis (21/9/2021).

Baca juga: Cerita Dan Yon Zipur I/DD Ditelepon Gubernur Sumut untuk Sikat Habis Preman di Jembatan Pancurbatu

Edy mengatakan, selain meminta maaf pada korbannya, pelaku yang saat beraksi memasang wajah sangar itu diminta buat surat perjanjian.

Seperti biasa, usai membuat surat perjanjian, pelaku bakal dilepas dan dipulangkan. 

Dalam video yang beredar di Facebook, pemalakan terjadi di Pajak Martubung, Medan.

"Terjadinya pungli di pajak martubung. Yang kami herankan istrinya mengutip tiap hari 12 ribu. Setelah itu datang suaminya lagi minta 10 ribu setiap hari...tolong di up share biar gak ada lagi pungli-pungli yang merajarela," tulis pemilik akun Facebook Widi Sitorus Pane.

Widi juga menunjukkan sejumlah potongan video detik-detik, preman melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada korban. 

Baca juga: Ngulah Lagi, Mabuk Tuak Preman Anggota OKP yang Diduga Dilepas Polisi Kembali Palak Pedagang Buah

Bukan itu saja, pria tersebut juga meminta dokumen kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pedagang tersebut. 

"Besok suruh dia (pemilik dagangan) bawa KTP sama KK, kalau mau jualan," ujar pria tersebut dengan raut wajah sangar.

Tak sampai di situ, preman yang memakai kaos hitam ini kembali datang. 

Pedagang jeruk tersebut tak bisa memenuhi permintaan preman.

Baca juga: Ditanya Soal Preman, Kanit Reskrim Sunggal Malah Bilang Hoaks Lalu Blokir WhatsApp

"Namanya aku pekerja bang," ujarnya.

Mendengar hal itu, preman langsung meminta agar pemilik dagangan segera menjumpainya.

"Suruh kemari (pemilik dagangan), udah sekarang tutup aja," ucapnya.(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved