Membunuh & Telanjangi Nakes Wanita untuk Papua Merdeka? Marinus: KKB (TPNPB) Teroris Berotak Mesum

Kamu tidak bisa melawan aparat keamanan, kamu melampiaskannya dengan membunuh tenaga kesehatan perempuan. Kamu teroris kaki tangan iblis.

Editor: Tariden Turnip
facebook
Membunuh & Telanjangi Nakes Wanita untuk Papua Merdeka? Marinus: KKB (TPNPB) Teroris Berotak Mesum. Selamat jalan Gabriella Meilani, nakes Puskesmas Kiwirok Pegunungan Bintan yang tewas diserang KKB Lamek Taplo 

TRIBUN-MEDAN.COM - Akademisi Universitas Cenderawasih Marinus Mesak Yaung mengutuk keras aksi sadis dan biadab KKB Lamek Taplo yang menewaskan tenaga kesehatan (nakes) Gabriella Meilani (22).

Akademisi Uncen yang juga pendeta ini blak-blakan menyebut KKB sebagai sebagai kelompok teroris bersenjata berotak mesum yang bertopeng Papua merdeka.

KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata adalah sebutan aparat keamanan bagi kelompok separatis bersenjata yang berada di bawah payung Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer dari OPM membenarkan penyerangan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB, mengatakan TNPB bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan KKB pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok Peng.

Selain menewaskan Gabriella Meilani, hingga saat ini, satu lagi rekan korban, Gerald Sokoy masih dalam pencarian.

Petugas keamanan mengevakuasi jasad nakes Gabriella Meilani
Petugas keamanan mengevakuasi jasad nakes Gabriella Meilani (tribun papua)

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan kedua korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Gabriella Meilani ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuhnya,” ucapnya dalam pesan singkat, Kamis (16/9/2021) pagi.

Sementara Kritinas Sampe selamat namun kondisinya kritis.

“Korban ditemukan keadaan kritis dan tubuh penuh luka,” jelasnya.

“Kristina Sampe sementara bawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Marselinus Ola Atanila, nakes selamat menceritakan kebiadaban KKB Lamek Taplo.

Mantri yang bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat kabar bahwa akan ada penyerangan KKB ke pihak TNI-Polri.

Para nakes tetap bertahan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, nyawa taruhannya.

Pikirnya, nakes tak akan diganggu, karena pelayanan kesehatan yang diberikan toh kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Melansir tribun papua, Marselinus Ola Atanila, satu di antara mantri yang bertugas di Puskesmas Kiwirok mendapat kabar bahwa akan ada penyerangan KKB ke pihak TNI-Polri.

Namun, demi kemanusiaan, Marselinus dan rekan-rekannya tetap bertahan di barak dan juga puskesmas, mana tau pihaknya dibutuhkan bantuan dalam penyelamatan.

Kabar penyerangan tersebut didengarnya sekitar pukul 07.00 WIT.

“Kami mengambil langkah bijak untuk tetap di dalam barak medis dan juga puskesmas sehingga apabila penyerangan dan ada korban, kami sebagai nakes bisa melakukan pertolongan,” kata Marselinus mengisahkan kronologis penyerangan KKB terhadap dirinya dan nakes lainnya di Kiwirok.

Tetapi, kejadian berbanding terbalik. Sekitar pukul 09.00 WIT, terjadi letusan pertama kalinya di Pos Pamtas.

“Kami tidak mengira akan terjadi penyerangan terhadap nakes. Pada pukul 09.05 WIT, KKB mulai menghancurkan puskesmas dan menyiram bensin keliling gedung, membakarnya,” ujarnya.

Sekitar pukul 09.07 WIT, kata Marselinus, KKB mulai menuju ke barak dokter yang bersebrangan dengan puskesmas.

KKB melancarkan aksinya dengan menghancurkan kaca jendela kemudian menyiram bensin dan membakar.

Di dalam barak dokter tersebut terdapat lima orang nakes yaitu Dokter Restu Pamanggi, mantri Lukas Luji Parta, suster Siti Khodija, dan mantri Martinus Deni Satya.

Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021).
Kebulan asap yang berasal dari sejumlah bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). (Kompas.com)

Pada saat pukul 09.10 WIT, KKB semakin brutal dengan memasuki barak dokter dan menyerang nakes yang ada di dalamnya.

Merasa diserang, nakes tersebut lari berhamburan keluar dari barak secara terpisah.

“Dokter Restu sempat dihadang dan dipukul dengan besi, kemudian digiring ke jurang dan ditendang ke jurang,” urai Marselus.

Sedetik kemudian, KKB menuju ke barak nakes yang kedua dimana terdapat dirinya bersama, mantri Manuel Abi, mantri Lukas Luji Patra, suster Kristina Sampe Tonapa, suster Katriyanti Tandila dan juga almarhum suster Gabriella Melani.

“Merasa terancam, saya dan rekan-rekan lain bersembunyi di dalam WC, namun keberadaan kami diketahui sehingga kami berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sekuat tenaga,” ujarnya.

Namun, di segala pejuru sudah dikuasai oleh pihak KKB dan KNPB sehingga dirinya dan rekan lainnya terpojok di pinggir jurang.

“Kami akhirnya bersepakat untuk melompat ke jurang. Saya sendiri tersangkut di akar pohon, sedangkan tiga suster lainnya tersangkut rerumputan. Melihat kami melompat, mereka (KKB) tetap mengejar kami hingga ke bawah,” urainya.

Para tenaga kesehatan (nakes) yang berhasil di evakuasi dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Jumat (17/9/2021). 
Para tenaga kesehatan (nakes) yang berhasil di evakuasi dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Jumat (17/9/2021).  (Tribun Papua)

Dikatakan, hanya dirinya saja yang tidak ditemukan sedangkan tiga suster lainnya ditemukan dan dibawa ke halaman oleh KKB.

Para suster tersebut dipaksa membuka seluruh pakaiannya. Setelah dibuka, para nakes tersebut disiksa dengan benda tajam hingga pingsan.

Diketahui sudah tak berdaya, KKB pun membuang para nakes tersebut ke dalam jurang.

Sayangnya, suster Gabriella Melani siuman dari pingsannya namun sudah tak berdaya.

Melihat hal tersebut, kata Marselinus, KKB mulai membunuhnya dengan sejumlah tikaman menggunakan benda tajam ke tubuh suster tersebut dan mendorongnya jatuh lebih dalam ke jurang.

Alhasil, para nakes tersebut harus berjuang sendiri tanpa ada pertolongan.

Tiga hari berselang, para nakes tersebut ditemukan oleh tim gabungan saat melakukan pembersihan dan pencarian atas kasus tersebut.

Tim gabungan berhasil menyelamatkan para nakes yang masih hidup, sedangkan almarhum suster Gabriella Melani belum bisa dievakuasi karena posisi dari almarhum suster Gabriella cukup jauh.

“Kami akan berupaya untuk mengevakuasi almarhum hari ini dengan peralatan yang sudah dibawa tadi pagi ke Kiwirok. Kalau cuaca mendukung, mungkin bisa langsung diterbangkan ke Jayapura hari ini,” kata Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi. 

Akhirnya jasad Gabriella Maelani (22) berhasil dievakuasi dari jurang sedalam 300 meter di tengah berondongan tembakan KKB  Jumat (17/9/2021).

Melalui akun facebooknya, Marinus menguliti aib Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tapi berperilaku mesum.

Berikut postingan lengkap Marinus Mesak Yaung 

MEMBUNUH TENAGA KESEHATAN PEREMPUAN UNTUK PAPUA MERDEKA : IBLIS ATAU YESUS KRISTUS INSPIRASIMU ?

Iblis atau satan selalu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Yesus menyelamatkan, iblis membunuh dan membinasakan. Yesus menghormati perempuan, iblis atau satan melecekan dan mempermalukan perempuan.

Iblis sejak dari Taman Eden, sudah menipu dan mempermalukan perempuan. Merusak dan menghancurkan takdir hidup seorang perempuan di muka bumi.

Kamu kelompok teoris bersenjata Papua ( KTB ), mengikuti pola iblis atau satan dalam memperlakukan perempuan. Yesus bertindak menyelamatkan seorang perempuan yang dilecehkan dan dipermalukan kaum pria di muka umum. Kamu kelompok teroris Papua sebaliknya bertindak lebih dari iblis.

Melecehkan Suster Gabriella. Menelanjangi tubuhnya dan dua perempuan temannya di muka umum. Kamu dengan gunakan golok atau parang, memotong bagian - bagian alat tubuh vitalnya. Sangat sadis dan brutal. Tidak ada rasa hormat kepada perempuan dan takut kepada Tuhan Yesus.

Suster Gabriella menghadapi kamu dengan hati yang tulus melayani. Dengan senjata jarum suntik, obat - obatan dan botol infus. Demi menyelamatkan nyawa kamu, istrimu, anak - anakmu laki - laki dan perempuan, dari ancaman kepunahan. Kamu membalas hatinya yang tulus dan penih kasih, dengan menebas bagian - bagian tubuhnya yang kamu telanjangi dengan golok dan tombok. Sadis dan jahat betul hatimu.

Kamu tidak bisa melawan aparat keamanan, kamu melampiaskannya dengan membunuh tenaga kesehatan perempuan. Mengaku diri tentara pembebasan nasional, tapi bertindak sadis dan brutal kepada para perawat perempuan. Itu bukan tentara pembebasan nasional profesional, tetapi kumpulan manusia - manusia pecundang, yang tidak bermoral dan berakhlak.

Pasukan tentara pembebasan profesional itu, tidak melakukan pelecehan terhadap perempuan. Tidak telanjangi seluruh tubuh perempuan di muka umum. Demi untuk memenuhi nafsu birahimu.

Komunitas internasional pada akhirnya berpersepsi bahwa kamu hanyalah kumpulan para penjahat berotak mesum. Bukan tentara pembebasan nasional profesional dan terlatih. Masyarakat internasional sudah memiliki profil kumpulan tentara pembebasan nasional terlatih dan profesional.

Profil tentara pembebasan nasional profesional di mata komunitas internasional, merujuk pada kelompok paramiliter Ernesto " Che " Guevara di Amerika Latin. Pasukan Che Guevara adalah paramiliter profesional yang memenangkan revolusi di Kuba tanpa adanya korban jiwa di kalangan pekerja kemanusia. Apalagi seorang perempuan.

Che Guevara sampai menembak mati salah seorang pemimpin pasukannya. Orang kepercayaanya sendiri dengan pistol ditangannya. Perihal orang tersebut sering melecehkan perempuan dan kedepatan memperkosa anak perempuan seorang petani Kuba. Tentara pembebasan Che Guevara adalah tentara yang dicintai banyak kaum perempuan di Amerika Latin.

Hormati setiap perempuan dalam dalam perjuangan pembebasan. Perempuan itu ditakdirkan menjadi penolong bagi pria. Sejarah gerakan - gerakan pembebasan di dunia ini, tanpa ulur tangan pertolongan kaum perempuan, selalu gagal dan tidak perna berhasil.

Yesus Kristus berhasil dalam perjuangan " theologia pembebasan " karena Dia menghormati dan mengasihi banyak perempuan. Yesus melindungi dan membebaskan seorang perempuan yang dilecehkan dan dihina kaum pria di muka umum. Gerakan pembebasan nasional yang tidak menghormati perempuan, bukanlah gerakan pembebasan nasional sejati.

Sudah tidak pantas istilah TPN digunakan untuk identitas kamu. Lebih tepatnya kelompok teoris bersenjata ( KTB ). Karena para teroris biadab adalah kelompok paling hobby mengeksploitasi perempuan. Para teroris paling suka menjadikan perempuan sebagai budak seks mereka.

Manusia dengan profesi teroris, adalah kaki tangan iblis. Dari Eden, iblis sudah merusak dan menghancurkan hidup seorang perempuan. Apa yang kamu lakukan buat Suster Gabriella, kamu membuat iblis dan neraka bersukacita dengan kamu.

Bertobatlah selagi masih ada kesempatan sebelum tima panas aparat TNI / Polri mengirim kamu ke neraka dan bergabung dengan junjungan kamu, sih Lucifer. Tetapi jika tidak dan kamu tetap jadikan lucifer iblis sosok inspirasi perjuangan kamu, maka tugas aparat keamanan, akan mengirim kamu segera ke neraka bertemu tokoh idolamu.

Marinus Mesak Yaung, Dosen dan Pendeta di Papua.

(tribun papua/facebook)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved