Ngamuk di Tanah Papua, Komandan KKB Elly Bidana Tewas Ditembak TNI

Di tengah perburuan aparat, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih kerap menerbar teror kepada warga.

Editor: Salomo Tarigan
Facebook/TPNPB
KKB Papua 

TRIBUN-MEDAN.com - Di tengah perburuan aparat, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih kerap menerbar teror kepada warga.

Kabar terbaru, TNI menyebut telah menembak mati Komandan Operasi KKB Elly Bidana.

Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Cristian Irreuw mengatakan Elly Bidana tewas saat kontak tembak pecah di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9/2021).

Baca juga: DAFTAR Nama Perwira TNI AL Dimutasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Total 150 Pati

"Ada laporan, dari KKB yakni Elly Bidana (35 tahun) yang dalam struktur KKB menjabat sebagai komandan operasi Batalyon III Meme tewas," ujar Cristian saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/9/2021).

Dalam kontak senjata yang melibatkan Satgas Yonif 403/WP itu juga menyebabkan dua anggota KKB pimpinan Lamek Taplo terluka.

Menurut dia, aparat keamanan gabungan terus mengejar KKB yang melakukan aksi kriminal bersenjata di Kiwirok.

Sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

Baca juga: IDENTITAS Anggota TNI yang Tertembak, Baku Tembak 4 Jam TNI dengan KKB Papua di Distrik Kiwirok

"Senin, pukul 09.00 hingga 13.15 WIT, di Distrik Kiwirok telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga," ujar Letkol Christian Irreuw.

Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok dan Pasar Kiwirok.

Akibat aksi KKB di Kiwirok, satu tenaga kesehatan tewas, empat lainnya terluka, dan masih ada satu mantri yang hilang.

Tindak Kekerasan KKB pada Nakes Papua Langgar HAM

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memberikan peringatan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua untuk segera menghentikan aksi brutal yang tidak berkemanusiaan.

Terlebih lagi aksi-aksi kejahatan ini diarahkan kepada masyarakat sipil, fasilitas layanan publik, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

"KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas atas serangkaian aksi teror KKB," kata Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, Jaleswari Pramodhawardani, Kamis, (16/9/2021).  

Peristiwa terakhir yang dilakukan oleh KKB adalah serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas, Perumahan para tenaga kesehatan (nakes), Sekolah SD dan SMP, Perumahan bagi para guru serta Balai-balai Kampung.

Penyerangan ini terjadi pada hari Selasa (14/9) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

MUTASI PERWIRA TNI, Nama-Nama dari Angkatan Darat Ditetapkan Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Sehari sebelumnya, pada Senin (13/9), KKB juga menyerang dan membakar Kantor Kas Bank Papua, Pasar, Puskesmas, dan SD Inpres di Kiwirok.

Serangkaian aksi yang mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat tersebut telah berdampak setidaknya pada 11 orang nakes.

Dari jumlah tersebut, sebagian mengalami luka-luka, sebagian lagi meninggal dunia dan beberapa diantaranya dinyatakan hilang.

Kabar terakhir yang diterima KSP menyebutkan bahwa salah satu korban meninggal dunia adalah perawat Gabriella Meilani (22).

Sementara seorang nakes lain yang belum ditemukan adalah Gerald Sokoy (28).

“Kantor Staf Kepresidenan menyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan seperti Ibu Gabriella Meilani, dan hilangnya Bapak Gerald Sokoy yang telah mendedikasikan hidupnya melayani warga masyarakat pedalaman di Papua,” lanjut Jaleswari.

Ia juga mengatakan bahwa kekerasan oleh KKB merupakan tindakan pidana serius terhadap warga Papua yang harus segera dihentikan.

Terlebih lagi, Ia menyayangkan jatuhnya korban nakes yang saat ini kehadirannya sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di wilayah-wilayah pedalaman di Papua.

Baca juga: DAFTAR Nama Perwira TNI Dimutasi Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Berikut 34 Pati TNI AU

Lebih lanjut, Jaleswari menjelaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap tenaga kesehatan ini merupakan pelanggaran serius terhadap UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.  

3 Tenaga Kesehatan DItemukan Meninggal

Duka menyelimuti tenaga kesehatan (nakes) Indonesia.

Gabriella Meilani, satu dari tiga nakes yang hilang saat penyerangan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.   

Sedangkan rekan mendiang, Kristina Sampe ditemukan dalam kondisi kritis dengn tubuh penuh luka.

Satu lagi rekan korban, Geral Sukoi masih dalam pencarian.

Kelompok Kriminal Bersenjata KKB pimpinan Lamek Taplo melakukan aksi penyerangan dan pembakaran di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

KKB Papua bakar bangunan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Terjadi baku tembak dengan apoarat TNI
KKB Lamek Taplo  bakar bangunan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021). Terjadi baku tembak dengan apoarat TNI (istimewa)

Selain melakukan baku tembak dengan aparat, KKB pun melakukan pembakaran fasilitas umum antara lain, Gedung SD, Puskesmas, Kantor Kas Bank Papua, Pasar bahkan rumah warga.

Petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kiwirok memilih melompat ke dalam jurang untuk menyelamatkan diri.

Petugas keamanan mengevakuasi jasad nakes Gabriella Meilani
Petugas keamanan mengevakuasi jasad nakes Gabriella Meilani (tribun papua)

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan kedua korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Gabriella Meilani ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuhnya,” ucapnya dalam pesan singkat, Kamis (16/9/2021) pagi.

Sementara Kritinas Sampe selamat namun kondisinya kritis.

“Korban ditemukan keadaan kritis dan tubuh penuh luka,” jelasnya.

Saat ini , korban selamat dalam penanganan medis.

“Kristina Sampe sementara bawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan upaya evakuasi jenazah Gabriela Meilani dari dalam jurang.

“Pagi ini upaya evakuasi karena kemarin cuaca cukup buruk,” beber Cahyo.

Ia pun menerangkan kedua korban ditemukan di dasar jurang tidak jauh dari lokasi penyerangan KKB pimpinan Lamek Taplo.

“Mereka ditemukan pukul19.00 WIT,” jelasnya.

Ucapan duka mengalir di media sosial atas kepergian Gabriella Meilani.

Dalam beberapa postingan rekannya terungkap sosok Gabriella Meilani yang murah senyum.

Terungkap juga mendiang tidak takut bertugas di Puskesmas Kiwirok karena orang di sana baik-baik dan tempatnya aman.

Berikut postingan duka atas kepergian nakes yang murah senyum Gabriella Meilani

Mirnawati Cabang Judda

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca juga: Pandangan Islam untuk Gaya Hidup Childfree, Apakah Bertentangan dengan Al Quran?

Baca juga: Disambut Suami Berondongnya Keluar dari Penjara, Jennifer Jill Mendadak Emosi ke Sosok Ini: Sampah

Artikel ini telah tayang di Tribunpapua.com/Taufik Ismail/TRIBUNNEWS.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved