IDENTITAS Anggota TNI yang Tertembak, Baku Tembak 4 Jam TNI dengan KKB Papua di Distrik Kiwirok
Para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata membawa 3 pucuk senjata SS1 dengan jarak kurang lebih 300 meter dari pos.
Ekskavator itu digunakan para pekerja proyek pembangunan jalan Trans Papua di Pegunungan Bintang.
"Memang benar ada pembakaran alat berat milik Wika dan kasusnya kini ditangani Polres Pegunungan Bintang," kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito kepada Antara, Rabu (8/9/2021) malam.
Aksi pembakaran itu diketahui usia salah satu karyawan PT Wika melapor ke Mapolres Pegbin di Oksibil.
Berawal dari dirinya bermukim di mess Bolangkop hendak ke lokasi kerja di Kampung Mangabib.
Baca juga: Kekesalan Sule Memuncak pada Istri Nathalie Holscher, Katanya Gue Takut Sama Istri . . .
Setibanya di lokasi, mereka melihat dua ekskavator dalam keadaan terbakar sehingga mereka tidak berani bekerja dan kembali ke kamp dan melaporkannya ke polres.
"Sebelumnya tanggal 29 Juni lalu KKB juga melakukan pengrusakan terhadap truk milik PT Wika serta mencuri peralatan perbengkelan," kata AKBP Cahyo.
Mengutip Kompas.id, Cahyo mengaku belum mengetahui KKB kelompok mana yang terlibat dalam aksi ini.
Namun, KKB pimpinan Lamek Taplo diduga balas dendam setelah 2 anggotanya ditangkap TNI, Selasa (7/9/2021) lalu.
Mereka membakar satu truk dan dua ekskavator milik PT Wika sehari setelah anggotanya ditangkap.
"Diduga aksi ini terkait penangkapan dua anggota KKB pimpinan Lamek Taplo oleh anggota Koramil 1715-05 Batom pada Selasa (7/9/2021)," kata Cahyo.
Diperkirakan anggota KKB Papua yang terlibat dalam aksi di atas berjumlah 10 orang.
Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan pihaknya terlibat dalam aksi pembakaran truk dan dua ekskavator di Kampung Mangabib.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Lamek Taplo, selaku pimpinan KKB Papua di Pegunungan Bintang.
Baca juga: BERITA KKB PAPUA, Polisi Tetapkan Pemimpin KNPB Silas Ki Pelaku Utama Penyerangan Pos Koramil
"Aksi ini sebagai peringatan bagi para pekerja untuk menghentikan pembangunan jalan Trans Papua. OPM menolak pelaksanaan semua proyek infrastruktur dari pemerintah," tegas Sebby.
Sementara itu, Kepala Balai Jalan Nasional Wamena Sepnat Kambu secara terpisah membenarkan adanya pembakaran alat berat milik PT Wika yang sedang melakukan pembangunan jalan Oksibil-Towe Hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kkb-baru-nih.jpg)