SUAMI Uut Permatasari Turun Tangan Kasus Bocah Tumbal Pesugihan, Kini Kapolres Curiga Kelompoknya

Suami penyanyi Dangdut Uut Permatasari turun langsung dan mewanti-wanti penyidiknya membongkar kasus bocah yang hendak dijadikan tumbal.

Editor: Salomo Tarigan
Instagram @uutpermatasari
Uut Permatasari dan suamii 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga Kabupaten Gowa, Sulsel, heboh dengan dugaan kasus pesugihan yang melibatkan satu keluarga.

Tumbalnya adalah bocah.

Rupanya hal tersebut menjadi perhatian khusus Kapolres Gowa AKBP Goffaruddin.

Suami penyanyi dangdut Uut Permatasari turun langsung dan mewanti-wanti penyidiknya membongkar kasus ini karena melibatkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Korbannya seorang bocah yang hendak dijadikan tumbal.

Seorang bocah perempuan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggiminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan kondisi mata tercungkil diduga menjadi korban ritual pesugihan oleh orangtuanya. Jumat, (3/9/2021).
Seorang bocah perempuan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggiminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan kondisi mata tercungkil diduga menjadi korban ritual pesugihan oleh orangtuanya. Jumat, (3/9/2021). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T)

Dirangkum reporter tribungowa.com, berikut rangkuman peristiwa ini:

Kepolisian Resort (Polres) Gowa masih terus menyelidiki kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap korban AP (6).

AP menjadi korban penganiayaan oleh kedua orangtuanya sendiri.

Bahkan mata kanan bocah itu hendak dicongkel oleh pelaku.

Penganiayaan ini, bahkan melibatkan kakek dan paman korban.

Sebab, keduanya diduga turut serta melancarkan aksi penganiayaan.

Bahkan kekerasan terhadap anak di bawah umur ini diduga menjandi korban pesugihan atau ritual oleh kedua orangtuanya.

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffaruddin Pulungan mengatakan pihaknya sementara menyelidiki kasus KDRT ini.

Begitupula dengan dugaan pesugihan pelaku sehingga menganiaya korban yang tak lain anak mereka sendiri.

Sejauh ini, kata dia, proses penyelidikan telah memeriksa empat orang saksi.

Para saksi-saksi ini merupakan orang yang berada di lokasi kejadian.

Menurut dia, kedua orangtua korban yang menjadi pelaku saat ini telah dilakukan observasi di RS Dadi Makassar.

Sebab, pihaknya menduga kedua orangtua korban mengalami gangguan jiwa.

"Terkait kematian kakak korban kami tahu karena kejadiannya ini berselang sehari dengan kematian kaka korban. Untuk penyebab diketahui, kami dalami karena kami masih fokus dulu terhadap kasus korban anak usia 6 ini," bebernya.

Selain itu, sebut AKBP Tri Goffaruddin berencana akan berkoordinasi dan melibatkan pihak depertemen agama dan tokoh masyarakat terkait dugaan pesugihan tersebut.

Senada yang dikatakan Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman.

Dugaan pesugihan atau ritual kata dia, masih sementara penyelidikan.

Dari informasi, menurut AKP Boby Rachman, dugaan pesugihan ini memiliki perkumpulan.

Dugaannya sekira ada 40 orang yang diduga menjadi kelompok pesugihan itu.

"Masih kita dalami, mereka ada perkumpulannya ada 40 orang, ini masih didalami dan melibatkan Polsek, kementerian agama dan tokoh masyarakat di sana dan akan dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dan jangan sampai ada seperti ini," jelasnya.

Kronologi Aksi Pesugihan hingga Pelakunya Jadi Tersangka

 Kepolisian mendalami kasus ritual pesugihan dengan aksi cungkil mata seorang anak yang terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan.

Polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka.

Polisi menyebut jumlah tersangka pencungkilan mata bocah untuk ritual pesugihan bisa bertambah.  

Sebelumnya Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, dan Paman korban telah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

AP (6), bocah korban ritual pesugihan kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf dengan kondisi mata kanan tak lagi berfungsi.

Peristiwa naas ini terjadi di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baca juga: KRITIK Menohok Najwa Shihab Sasar Bebasnya Saipul Jamil Disambut Kalungan Bunga

Kapolres Gowa, AKBP Tri Pulungan datang membesuk korban di ruang perawatan.

Dia berjanji akan mengusut kasus itu hingga tuntas.  

"Kasus ini kami terus usut dan kemungkinan besar tersangka akan bertambah, kami juga akan mengusut soal ritual pesugihan ini sebab telah menyesatkan masyarakat," kata Tri Goffarudin.

AP yang masih berusia 6 tahun menjadi korban ritual pesugihan dengan kondisi mata kanan tercungkil.

Kasus ini berawal saat salah seorang keluarga korban memergoki korban tengah dianiaya oleh kerabat intinya hingga akhirnya korban berhasil diselamatkan oleh petugas Babinkamtibmas.

Kerabat yang bernama Bayu (34) itu mulanya mendengar suara tangisan seorang anak.

Betapa terkejutnya Bayu ketika mendapati AP sedang dianiaya secara beramai-ramai.

"Ternyata matanya (AP) sedang dicungkil oleh ibunya dan bapak, kakek, dan neneknya memegang tangan dan kaki korban. Jadi kami langsung ambil ini anak untuk dievakuasi," kata Bayu.

Orangtua di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan kehilangan akal demi ritual pesugihan.

Mereka tega mencungkil mata kanan putri kandung yang masih berusia enam tahun demi ritual sesat tersebut.

Tragisnya hal ini tidak hanya dilakukan orangtua namun dibantu kakek nenek dan paman korban.

Baca juga: 9 Tahun Rela Dipoligami Ustaz Arifin Ilham, Istri Pertama Yuni Buka Rahasia Wanita Tetap Cantik

Nasib naas dialami seorang bocah perempuan berusia 6 tahun asal Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dia dievakuasi ke rumah sakit setelah mata kanannya dicungkil oleh kedua orangtua, paman dan kakek serta neneknya.

Aparat kepolisian yang menerima laporan korban telah mengamankan lima pelaku dengan motif halusinasi dan bisikan gaib.

Korban kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa dengan luka pada bagian mata kanan dalam kondisi tercungkil.

Sebelumnya, korban dievakuasi oleh pamannya, Bayu (34) bersama petugas Babinkantibmas Malino yang memergoki korban tengah dianiaya.

"Kami baru pulang dari pemakaman dan duduk di depan rumah korban dan tiba tiba kami dengar teriakan anak kecil menangis jadi kami masuk ternyata matanya sedang dicungkil oleh ibunya dan bapak, kakek dan neneknya memegang tangan dan kaki korban jadi kami langsung ambil ini anak untuk dievakuasi" kata Bayu, paman korban saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (3/9/2021) di rumah sakit.

Bayu menuturkan, korban diduga menjadi korban pesugihan oleh kerabatnya.

Sebab, ibu korban mengaku mendengar bisikan gaib, ditambah dengan kerapnya dilakukan ritual aneh pada malam tertentu di rumah korban.

"Di rumah itu memang mereka sering gelar ritual aneh seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi," kata Bayu.

Aparat kepolisian yang menerima laporan kini telah mengamankan lima orang terdiri dari kedua orangtua, paman serta kakek dan nenek korban.

 KRITIK Menohok Najwa Shihab Sasar Bebasnya Saipul Jamil Disambut Kalungan Bunga

Dua di antara pelaku kini dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.

"Kejadian ini adalah kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap anak di bawah umur dan sampai saat ini kami telah mengamankan tiga orang dan dua sementara menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar sebab ada dugaan awal gangguan mental namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan rumah sakit, kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, kepada Kompas.com pada Jumat, (3/9/2021).

Dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka polisi menemukan fakta bahwa motif dari peristiwa ini adalah halusinasi dan bisikan gaib.

"Berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka motifnya ini adalah halusinasi di mana tersangka kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakukan kekerasan kepada korban," kata Boby Rachman.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mata Bocah Dikorbankan untuk Pesugihan, Kapolres : Tersangka Kemungkinan Bertambah"/Tribunnews.com/Tribun-Timur.com  

Baca Selanjutnya: Pesugihan cungkil mata

Baca Selanjutnya: Anak korban pesugihan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved