Idap Stroke dan tak Bisa Bercukur, Wajah Nenek Ini Ditumbuhi Kumis dan Janggut: Saya Wanita Tulen

Baru-baru ini sebuah peristiwa memilukan menimpa seorang nenek. Nenek berumur 62 tahun mengalami stroke hingga membuatnya tak bisa melakukan apa pun.

Editor: Liska Rahayu
Harian Metro
Viral seorang nenek yang berkumis dan berjanggut 

"Malah kumis dan jenggot ini dibantu cukur oleh mereka sebanyak dua kali dalam seminggu agar tidak tumbuh panjang," katanya.

Che Halimah dikunjungi oleh perwakilan dari Raja Shamri Foundation (YRS), Tuan Zaimah Raja Omar yang menyerahkan bantuan dana, sembako, dan popok sekali pakai.

Menurutnya, ia mendapat bantuan dari Dinas Kesejahteraan Sosial (JKM) yang biasanya digunakan untuk membeli popok sekali pakai.

“Saat masih sehat dan kuat, saya banyak bepergian untuk mencari nafkah, termasuk beberapa tahun bekerja di Singapura sebagai chef restoran di sana."

"Di satu sisi, saya tidak ingin merepotkan orang-orang di sekitar saya, tetapi kekuatan saya diuji dengan hanya sekarang hanya terbaring." Katanya.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak terbuka untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain kecuali kepada keluarga dekatnya.

"Karena itu membuat saya kurang percaya diri,” katanya.

Mengutip dari Kompas.com hiperandrogen alias hormon androgen yang berlebihan bisa mengakibatkan banyak keluhan pada wanita, terutama terkait penampilan.

Misalnya saja kulit berminyak, jerawat, hingga tumbuhnya rambut di area yang tidak biasa.

Gejala hiperandrogen pada wanita dapat terlihat antara lain pada kulit, yakni kulit berminyak, terutama pada bagian wajah hingga munculnya jerawat yang berlebihan.

Gejala lainnya adalah adanya hirsutisme, yakni pertumbuhan rambut tidak normal pada wanita yang menyerupai pola pertumbuhan rambut pria.

Rambut ini kemungkinan akan tumbuh pada daerah atas bibir, dagu, sekitar jambang, dada, perut, lengan atas serta paha, dan daerah kemaluan (pubis).

Menurut Prof dr Delfi Lutan MSc, Sp OG, kasus poly cystic ovarian syndrome (PCOS) juga merupakan gejala hiperandrogen.

Baca juga: Ceraikan Istri Ahmad Dhani, Mantan Suami Mulan Jameela Sudah Nikahi Wanita Lain Lagi, Intip Sosoknya

Baca juga: Erick Thohir dan Muhammad Lutfi Baca Yasin dan Taburkan Bunga di Makam Haji Anif

"PCOS adalah gangguan spesifik yang heterogen dengan perubahan sekresi gonadotrofin.

Gejala yang terlihat adalah gangguan siklus menstruasi, kegemukan, profil lemak yang tidak normal, risiko diabetes melitus, dan risiko penyakit kardiovaskular," kata guru besar dari FK Universitas Sumatera Utara ini.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved