News Video
Air Terus Mengalir di Jalan Eka Rasmi Meski Hujan Sudah Berhenti, Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa
Meski hujan sudah berhenti, air di Jalan Eka Rasmi, Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor masih terus mengalir
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski hujan sudah berhenti, air di Jalan Eka Rasmi, Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor masih terus mengalir, Rabu (1/9/2021).
Salah satu warga, Ratih mengatakan, banjir akibat hujan deras hari ini mencapai selutut orang dewasa.
"Banjirnya tadi selutut orang dewasalah. Masuk ke rumah juga tadi, makanya kami kuraslah. Kalau hujan terus makin naiklah airnya ini, untung sudah berhenti," ujar Ratih.
Dikatakannya, bahkan sekitar dua minggu yang lalu banjir mencapai pinggang orang dewasa.
Akibat banjir tersebut banyak kendaraan khususnya sepeda motor yang mengalami mogok.
"Kalau sudah banjir gini banyaklah kereta (sepeda motor) yang mogok. Apalagi waktu sepinggang kemarin banyak kalilah yang mogok, mobil pun ada mogok," katanya.
Warga lainnya, Rian mengatakan, lingkungan VII Jalan Eka Rasmi memang lokasi langganan banjir.
"Airnya dari parit itu, karena lingkungan VII ini kan kayak kuali, jadi rendah di sini. Makanya airnya semuanya menumpuk di sini. Selain itu juga airnya datang dari selokan besar di Jalan Eka Warni itu," jelas Rian.
Sebagian besar warga mengatakan, banjir di lokasi itu terjadi sejak dibangunnya perumahan Bumi Johor Sentosa dan perumahan Springville Residence.
"Dulu enggak pernah banjir kayak gini, karena masih banyak sawah. Sekarang kan sudah banyak perumahan di sini, jadi sering banjir, paritnya pun kecil kali dibuat, jadi airnya enggak lancar mengalir," ujar Rian.
Ratih menambahkan, jika wilayah tersebut sudah terkena banjir, butuh waktu beberapa jam untuk surut kembali.
"Kalau hanya selutut banjirnya, paling lama sekitar jam 12 malam nanti sudah surut ini. Tapi kalau sudah sepinggang sampai pagilah baru surut," kata Ratih.
Ia pun berharap agar pemerintah kota Medan bisa lebih memperhatikan kondisi yang dialami mereka selama bertahun-tahun.
"Harapannya pak wali kota supaya diperhatikanlah warga ini. Ini kan sudah bertahun-tahun, tidak ada diperhatikan pemerintah. Sengsara kami kalau sudah banjir di sini," ujarnya.
Pantauan Tribun-Medan, hingga pukul 21.30 WIB air dari drainase masih terus mengalir ke Jalan Eka Rasmi
Anak-anak juga mengaku senang jika ada banjir di lokasi tersebut, karena dengan mendorong kendaraan yang mogok mereka bisa mendapatkan uang dari pengendara tersebut.
(Cr17/tribun-medan.com)