Cerita Seleb
Potret Tragis Perempuan Palestina di Penjara Israel, Tak Terbayangkan Sampai Sulit Untuk Beribadah
menghadapi kerasnya kehidupan di dalam penjara, seperti para wanita Palestina ini.
TRIBUN-MEDAN.com - Penjara tentunya bukan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.
Bahkan banyak yang harus berjuang menghadapi kerasnya kehidupan di dalam penjara, seperti para wanita Palestina ini.
Para perempuan Palestina yang menghuni penjara Nerve Tirza di Ramle, Israel ini harus menjalani kehidupan tragis.
Bukti pilunya kehidupan di dalam penjara Israel ini sempat diabadikan oleh seorang fotografer.
Baca juga: Daftar 10 Artis Cantik Bernasib Nikahi Brondong, Ada yang Sudah 22 Tahun Arungi Bahtera Rumah Tangga
Penjara Nerve Tirza, sendiri menampung lebih dari 200 tahanan, penghuni penjara ini hanya wanita, dari usia 18 hingga 70 tahun.
Mereka mewakili sebagian kecil dari total populasi penjara Israel, yang diperkirakan antara 20 ribu dan 25 ribu narapidana.
Seorang fotografer bernama Tomer Iffrah yang berbasis di Tel Aviv memperoleh akses untuk masuk ke dalam penjara itu tahun 2011 lalu sebagai seorang reporter.
Baca juga: Stand Up Comedian Hembuskan Nafas Terakhir, Meninggal di Masa Muda Karena Langgar Pantangan
Awalnya ia hanya memotret satu tahanan, namun ia berbicara dengan beberapa narapidana dan akhirnya ia bisa memotret serta menggambarkan banyak kehidupan di dalam penjara tersebut.
Selama 3 bulan, ia menghabiskan satu hari dalam seminggu didalam penjara tersebut dan mendapatkan banyak wawasan mengenai kisah hidup para narapidana.
"Para narapidana berasal dari latar belakang sosial yang beragam dan kebanyakan adalah minoritas tak berdaya" kata Iffrah.
"Mereka berbagi kehidupan di dalam penjara dan terjebak di dalam lingkungan setan" tambahnya.
Baca juga: Unggahan Instagram Amel sebelum Dihapus, Wanita Cantik Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Alphard
Foto-foto Ifrah menunjukkan sisi lain kehidupan dari sebuah penjara, para tahanan yang berdesakan di ruangan kecil dan berbagi tempat tidur yang kecil dengan para tahanan lain.
Pada tahun 1979, mantan tahanan di Nerve Tirza bernama Rasmiah Odeh, seorang wanita Palestina dihukum dalam dua pemboman, dan bersaksi di depan sebuah komite PBB tentang Israel dan hak asasi manusia.
Odeh menyatakan kekhawatirannya tentang kepadatan Nerve Tirza, dan menceritakan 150 tahanan berbagi sel bahkan beberapa dari mereka membawa anak-anaknya.
Menurut Odeh, mereka yang tinggal disana telah kehilangan kebebasan berekspersi, dan tak bisa menuliskan perasaan mereka selain itu para tahanan juga tidak memiliki kebebasan untuk beribadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perempuan-palestina-di-penjara-nerve.jpg)