News Video
Sudah 15 Kali Aksi Donasi, Pekerja Musik Masih Menuggu Gubsu dan Wali Kota Medan Beri Perhatian
Serikat Pekerja Musik Indonesia (SPMI) tetap konsisten menanti uluran tangan dari pemerintah untuk memperhatikan nasib para pemusik di masa pandemi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kendati sudah 15 kali turun ke jalan, Serikat Pekerja Musik Indonesia (SPMI) tetap konsisten menanti uluran tangan dari pemerintah untuk memperhatikan nasib para pemusik di masa pandemi Covid-19.
"Kita harapkan kepada wali kota dan Gubsu uluran tangannya. Sangat mengharapkan sekali. Sampai saat ini teman - teman ini sangat hancur - hancuran, dalam artian ada beberapa yang diusir dari kontrakan," kata Ketua SPMI Rahmad Kurnia kepada Tribun Medan, Rabu (25/8/2021).
Bahkan dikatakan, rekan - rekannya sampai ada yang terkena stroke gara - gara mendapati nasib yang teramat susah di masa pandemi ini.
Maka dari itu, aksi turun ke jalan dengan bermain musik dan mencari donasi pada pengguna jalan di depan Mesjid Raya masih terus pihaknya lakukan.
Dia menceritakan, selama dua tahun ini nasib para pekerja musik sangatlah buruk. Lebih dari ribuan pekerja hilang pekerjaan akibat kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini.
Karena tempat - tempat cafe yang sering menjadi arena manggungnya memberlakukan WFH sesuai kebijakan pemerintah.
"Sehingga aksi ini inisiatif ini untuk mencari uang makan serta lainnya dalam bentuk donasi. Tolong lah kami pekerja musik diperhatikan. Karena yang kami alami selama ini sangat miris," ujarnya.
"Kami tidak disentuh sama sekali. Padahal kita pekerja musik dari awal pandemi sampai sekarang sudah melarat," lanjutnya
Besar harapannya jika memang lapangan pekerjaan tidak bisa dibuka pemerintah setidaknya ada solusi lainnya seperti memberikan modal untuk bangun UMKM atau lainnya.
(cr8/tribun-medan.com)