Warga Komplek Tembakau Deli Ributi Toko Jual Beli Online, Dianggap Sering Timbulkan Kerumunan
Warga Komplek Tembakau Deli ributi toko jual beli online yang sering timbulkan kerumunan di masa pandemi Covid-19
"Kepling dan lurah lebih tegas bekerja kalau bisa langsung saja tutup usahanya, tanya izinnya dan apa peruntukannya. Kemudian harus disikapilah ketidaknyamanan masyarakat ini," ungkap dia.
Apabila keresahan warga ini tidak dilanjuti oleh Kepling, kata dia, warga akan melaporkan kepada pihak kepolisian.
"Kami akan lapor ke polisi karena itu melanggar UU kesehatan," katanya.
Baca juga: Hilang Garangnya, Hotman Paris Sehari Nangis Dua Kali, Gegara Tahu Penanganan Covid-19 di Indonesia
Asmaiyani menambahkan, sepertinya Kepling melakukan pembiaran terhadap usaha online itu sehingga keramaian masih terjadi hingga saat ini.
"Karena beberapa kali klien kami sudah melakukan keberatan yang menimbulkan kerumunan Namun sampai saat ini kepling tidak memberi solusi dan tdk berbuat apa apa" tambahnya.
Sementara itu, Iqbal menyebutkan, selain dugaan pembiaran terhadap adanya aktivitas orang ramai di toko itu, Kepling juga tidak peduli dengan warga terkait persoalan menara tower communication provider yang ada di Komplek.
Baca juga: Alasan Bobby Nasution Berkantor di Kecamatan Zona Merah Covid-19, Pilih Kecamatan Medan Helvetia
"Kepling adalah sumber masalah warga, aduan warga tidak pernah ditindaklanjuti. Seandainya saja Kepling tegas dan mengerti tupoksinya, maka hal demikian tidak akan terjadi. Kami minta agar Kepling diganti," ungkapnya.
Kepling Lingkungan 9, Mujahidin ketika ingin dikonfirmasi terkait hal ini lewat telepon seluler tidak mengangkat. Begitu juga lewat pesan whatsapp tidak membalasnya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-komplek-tembakau-deli.jpg)