Fakta Penembakan Polisi
Sederet Fakta Polisi yang Kepalanya Ditembak Penjaga Bebek, Korban Sempat Kena Covid dan Istri Hamil
Aiptu Josmer Samsuardi Manurung meninggal dunia setelah ditembak kepalanya oleh keponakan sendiri bernama Yones Siondihon Naibaho
Sampai di lokasi, Supriadi kaget lantaran Josmer sudah meninggal dunia bersimbah darah.
Malam itu Yones memaksa Supriadi untuk membantunya membuang jenazah korban.
Lantaran takut terseret hukum, Supriadi buru-buru pulang ke rumahnyaa.
Dia berlari, kemudian masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.
Hancurkan Kaca Rumah
Kesal permintaannya tidak dituruti, Yones mendatangi lagi kediaman Supriadi.
Dia membawa senjata api revolver milik korban.
Sembari berteriak, Yones minta agar Supriadi keluar dari rumahnya.
Karena merasa terancam, Supriadi membawa anak dan istrinya masuk ke dalam kamar.
Supriadi mengunci pintu rapat-rapat, agar Yones tidak masuk ke dalam rumah.
"Karena kami di dalam rumah, dia kemudian memecahkan kaca jendela saya," kata Supriadi.
Saksi Menelfon Temannya
Dalam kondisi panik dan takut, Supriadi berusaha menenangkan diri.
Supriadi kemudian menelfon temannya, meminta tolong bahwasannya ada tetangga yang baru saja membunuh polisi.
Dua orang rekan Supriadi yang menerima informasi itu langsung mendatangi kediaman Supriadi.
Ketika saksi lainnya datang ke rumah Supriadi, Yones yang merupakan warga Jalan Pelikan Raya, Kelurahan Tegal Sari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan itu sudah kembali ke peternakan.
Supriadi bersama dua temannya dan warga lain kemudian mendatangi peternakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aiptu-josmer-samsuardi-manurung-dd.jpg)