Rekam Video HUT Kemerdekaan, Tiktoker Wanita Ini Dilecehkan 400 Pria hingga Bajunya Koyak
Akhirnya Perdana Menteri Pakistan Imran Khan turun tangan dan memerintahkan Kepolisian Punjab untuk menangkap 400 pria yang terlibat.
TRIBUN-MEDAN.COM - Miris, seorang wanita yang tengah merekam perayaan HUT Kemerdekaan Pakistan menjadi korban pelecehan gerombolan pria maniak yang jumlahnya sekitar 400 pria.
Aksi pelecehan yang menimbulkan kemarahan publik Pakistan terjadi di Greater Iqbal Park, Lahore, Punjab, Pakistan, 14 Agustus 2021 saat berlangsung upacara HUT Kemerdekaan Pakistan.
Celakanya aksi pelecehan yang dilakukan ratusan pria ini terjadi di monumen Minar-e-Pakistan (artinya Menara Pakistan), tempat tercetusnya Resolusi Lahore, cikal bakal terbentuknya Pakistan terpisah dari India.
Akhirnya Perdana Menteri Pakistan Imran Khan turun tangan dan memerintahkan Kepolisian Punjab untuk menangkap 400 pria yang terlibat dalam aksi memalukan tersebut.
"Ini adalah pelanggaran berat terhadap hukum & norma sosial, pemerintah tidak akan membiarkan satu orang pun terlibat lolos," kata Sayed Bukhari, Staf Khusus PM Imran Khan.
Senada, Gubernur Punjab Chaudhry Sarwar mengatakan, "Insiden kekerasan terhadap seorang wanita di Greater Iqbal Park adalah memalukan dan terkutuk. Siapapun yang terlibat tidak akan bisa lolos dari keadilan. Wanita adalah kehormatan bangsa kita dan mereka akan dilindungi, tidak peduli siapa pelakunya."
Dalam laporan korban di Kantor Polisi Lorry Adda, korban mengatakan dia bersama enam rekannya, sedang merekam video di dekat Minar-e-Pakistan Lahore tiba-tiba diserang 300 hingga 400 pria.
Tiktoker malang ini dan teman-temannya berusaha keras untuk melarikan diri dari kerumunan pria.
Korban mengatakan melihat situasi yang tidak baik, penjaga keamanan taman membuka gerbang, agar mereka bisa kabur.
"Namun, kerumunan itu sangat besar dan orang-orang memanjat pagar dan datang ke arah kami. Orang-orang mendorong dan menarik saya sampai-sampai mereka merobek pakaian saya. Beberapa orang mencoba membantu saya tetapi kerumunan itu terlalu besar dan mereka terus mengangkat saya di udara," katanya.
Korban menyatakan bahwa teman-temannya juga diserang.
Tak hanya dilecehkan, kerumunan pria juga mengambil anting-antingnya, satu unit ponsel temannya serta kartu identitas, dan uang tunai Rs 15.000 (setara Rp 1.3 juta ).
"Orang-orang tak dikenal menyerang kami dengan kekerasan," katanya.
Dalam pengaduan ini, polisi menjerat ke 400 pria dengan pasal penyerangan atau penggunaan kekuatan kriminal terhadap wanita dan menelanjangi pakaiannya, pencurian setelah persiapan yang dibuat untuk menyebabkan kematian, luka atau pengekangan, kerusuhan dan perkumpulan tidak sah dari KUHP Pakistan.
Media dan Politisi Malah Pajang Foto Korban
NGO yang mengadvokasi kesetaraan gender Uks Research Centre and Pakistani Women’s Media Network (PWMN) mengecam keras insiden tiktoker wanita diserang oleh 400 pria di dekat Minar-i-Pakistan Lahore saat merayakan Hari Kemerdekaan Pakistan ke-74.
Uks Research Centre and Pakistani Women’s Media Network menyebut korban dilecehkan dan diserang secara fisik untuk jangka waktu yang cukup lama dan tidak ada yang datang membantunya selama beberapa jam.
"Kami menuntut tindakan segera terhadap para pelakunya. Mereka harus ditangkap dan diadili," ujar Uks Research Centre and Pakistani Women’s Media Network.
NGO ini juga sangat menyesalkan tindakan beberapa penyiar dan media yang malah menampilkan foto korban dan bahkan memegang kepalanya.
"Kami mengimbau semua kepentingan media untuk menghormati privasi wanita yang menderita".
“Kami juga menghimbau kepada semua pejabat pemerintah, politisi, dan lainnya tidak melakukan hal serupa. Gerakan seperti itu tidak berarti apa-apa. Tidak lagi. Jika Anda percaya wanita itu warga negara yang setara, buktikan dengan undang-undang yang kuat dan mekanisme keamanan yang akan membuat wanita merasa aman di mana saja kapan saja sepanjang hari dan mengenakan apa pun yang mereka pilih."
"Kami mengimbau wanita Pakistan tidak pergi ke tempat umum dengan pakaian minim atau setengah telanjang. Pahami kebiasaan masyarakat dan berpakaianlah yang sesuai. Wanita di Minar-i-Pakistan tidak berpakaian 'tidak pantas' hingga menjadi korban gerombolan maniak. Dengan kejadian ini, klaim bahwa 'Pakistan adalah tempat teraman bagi wanita', dan bahwa 'kita tahu cara menghormati wanita' tidak benar. Waktu untuk bertindak dan membuktikan klaim Anda sekarang," kata pernyataan itu.
Kasus pelecehan tiktoker Pakistan hanya sebulan setelah pembunuhan Noor Mukadam dan Quratul Ain pada bulan Juli.
Pada Juli juga sebuah video menjadi viral di media sosial di mana enam pria terlihat melecehkan pasangan di Islamabad.
Para pria menahan pasangan itu dengan todongan senjata, lalu menelanjangi dan kemudian memukuli mereka.
Selain itu, mereka juga melecehkan pasangan secara verbal dan fisik dengan melakukan tindakan vulgar.
Empat tersangka kemudian ditangkap. (dawn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tiktoker-dilecehkan-400-pria1.jpg)