Gambar Semut Pun tak Tampak Lagi di Layar Televisi
“Dengan TV digital, gambarnya bersih. Nggak kelihatan gambar semut ketika sinyal sulit ditangkap," kata Cristhian Simanjuntak.
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba |
Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia mengatakan, STB adalah semacam converter yang berfungsi mengubah sinyal TV digital sehingga TV analog bisa membacanya. Saat ini perangkat STB sudah tersedia di pasaran, baik toko offline maupun online.
Namun, Geryantika mengingatkan agar tidak sembarangan membeli STB. STB yang aman, sudah memiliki sertifikasi Kominfo. Sertifikasi Kominfo adalah bentuk jaminan bahwa STB pasti bisa digunakan dan semua fitur di siaran digital bisa berfungsi optimal.
“Pilih di STB nya yang ada tulisan DVB-T2 atau cari saja yang ada tulisan ‘Siap Digital’. Kalau sekarang ada juga tambahan gambar MODI. Bila ada tulisan itu sudah pasti aman,” katanya.
Beberapa merek STB yang bersertifikat Kominfo diantaranya Nexmedia (NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD), Polytron (PDV 600T2), Ichiko (8000HD), Akari (ADS-2230, ADS-168 dan ADS-210), Venus (Brio), Tanaka (T2), Matrix (Apple), Evercoss (STB1). “Informasi tentang STB yang sudah bersertifikat bisa didapatkan di aplikasi SIRANI (tersedia android dan iOS), atau di www.siarandigital.kominfo.go.id. Sertifikasi merupakan upaya perlindungan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat,” ujarnya.
Penelusuran Tribun-Medan.com, di beberapa market place, harga yang ditawarkan penjual untuk merek-merek ini mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Sedangkan bagi masyarakat yang ingin langsung menangkap siaran TV digital tanpa STB dapat membeli TV digital yang juga tersedia banyak di pasaran. Merek dan tipe yang tersedia diantaranya: LG 32LM550BPTA, Coocaa 40D5T, Polytron PLD 32TV1855, Sharp Aquos LC-32SA4200i, TV Sharp Aquos LC-32SA4200i, dan Samsung UA-32N4003. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 2 juta.
Bagi masyarakat yang perlu bantuan, pemerintah juga telah menyiapkan skema STB subsidi. STB ini berasal dari penyelenggara Multipleksing (MUX) atau pemenang seleksi MUX.
“Nanti kekurangannya dilengkapi pemerintah. STB subsidi akan dibagikan kepaa masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kriteria,” kata Geryantika.
Sementara itu, Pengamat Penyiaran dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU), Iskandar Zulkarnain meminta agar pemerintah tidak terburu-buru melakukan peralihan siaran TV analog ke TV digital. Di tengah situasi sulit saat ini, kata Iskandar, tidak semua masyarakat dapat membeli perangkat agar dapat menonton siaran TV digital.
“Di sisi lain, pemerintah juga harus memerhatikan kesiapan infrastruktur pendukung baik kesiapan sumber daya manusia maupun teknologi,” kata Iskandar, Jumat (20/8/2021).
Iskandar berharap, pengunduran peralihan migrasi siaran TV digital tahap pertama menjadi momen untuk melakukan evaluasi yang lebih baik. Dengan evaluasi yang baik, maka peralihan berjalan dengan baik pula.
“Kalau semua sudah siap, masyarakat pasti siap dan senang melaksanakannya,” kata Iskandar. (top/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/migrasi-tv-analog-digital-medan.jpg)