AKHIRNYA Presiden Ashraf Ghan Muncul, Janji Kembali ke Afghanistan Tegakkan Keadilan

Terkait uang jutaan dolar AS yang diduga dibawanya saat kabur, Ghani menggarisbawahi bahwa tuduhan semacam itu sepenuhnya salah

Editor: Salomo Tarigan
afp
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani yang kini 'mengasingkan diri' berbicara kepada publik pada hari Rabu waktu setempat dan menyatakan bahwa ia sepenuhnya bermaksud untuk kembali ke Afghanistan dalam waktu dekat.

Ia berjanji untuk memberikan 'keadilan' bagi semua warga negara Afghanistan.

"Saya sedang berkonsultasi dengan orang yang mengerti, sampai saya kembali nanti. Sehingga saya dapat melanjutkan upaya untuk memberikan keadilan bagi warga Afghanistan," kata Ghani.

Ghani kemudian kembali menjelaskan alasannya memilih untuk meninggalkan negaranya.

Hal itu karena untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan mencegah 'bencana besar' yang bisa saja terjadi setelah itu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (19/8/2021), tidak jelas bagaimana Ghani akan dapat merebut kembali kursi kepresidenan dengan keberadaan pejabat Taliban di pucuk pimpinan.

Baca juga: Promo Big Pack Transmart Carrefour Medan, ada Ragam Produk Lebih Besar Lebih Hemat

Penasihat Keamanan Nasional untuk Gedung Putih, Jake Sullivan mengatakan selama pengarahan pada Selasa lalu bahwa Ghani 'tidak lagi menjadi faktor penting' di Afghanistan karena ia telah mengundurkan diri dan melarikan diri dari negara itu.

Pernyataan serupa pun ditegaskan kembali oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman pada Rabu kemarin.

Terkait uang jutaan dolar AS yang diduga dibawanya saat kabur, Ghani menggarisbawahi bahwa tuduhan semacam itu sepenuhnya salah dan tidak berdasar.

"Itu bohong," tegas Ghani.

Laporan tentang Ghani yang melarikan diri dari Afghanistan dengan membawa banyak uang muncul sebelumnya dari Diplomat Rusia di Kabul yang mengatakan bahwa Ghani telah pergi membawa empat mobil yang telah diisi penuh dengan uang.

"Mereka mencoba memasukkan sebagian uang itu ke dalam helikopter, karena semuanya tidak muat, sebagian uang itu akhirnya ditinggalkan di landasan," kata pejabat itu.

Ghani dituduh membawa lebih dari 169 juta dolar AS, namun angka itu hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi.

"Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kita akan mengatasi masalah ini dan Afghanistan akan mengalami perdamaian dan stabilitas," jelas Ghani.

Ia kemudian berjanji akan merinci peristiwa yang mendorong keputusannya untuk pergi dari Afghanistan 'di lain waktu'.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved